SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai wujud komitmen KAI Daop 7 Madiun kepada penumpang KA, tidak perlu khawatir jika barang barang miliknya tertinggal di kereta maupun di stasiun. Hal itu dibuktikan dengan pengembalian barang-barang berharga senilai puluhan juta rupiah yang tertinggal di stasiun dan kereta.
“Hal ini sebagai wujud komitmen kami, KAI Daop 7 Madiun, untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa kereta api,” jelas Tohari, Manager Humas Daop 7 Madiun.
Tohari menambahkan, sepanjang masa angkutan Lebaran 2026 yang dimulai dari 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026 atau selama 22 hari, PT Kereta Api Daop 7 Madiun berhasil mengamankan barang tertinggal milik pelanggan kereta api dengan estimasi nilai total Rp 83.230.000, sedang barang yang tertinggal berupa jenis makanan, barang biasa, termasuk barang berharga.
Barang temuan selanjutnya langsung dimasukkan ke dalam sistem basis data Lost and Found KAI. Sistem Lost and Found milik KAI, itu wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan.
“Penumpang yang merasa kehilangan barang dapat langsung melaporkannya kepada petugas di stasiun maupun melalui Contact Center KAI 121, agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Tohari.
Upaya yang dilakukan KAI guna mencegah terjadinya kehilangan barang, petugas announcer secara rutin memberikan imbauan kepada penumpang agar selalu memperhatikan barang bawaannya, baik saat berada di stasiun maupun di atas kereta.
“Meski barang bawaan adalah tanggung jawab pribadi masing-masing pelanggan, namun sebagai bentuk pelayanan prima, KAI tetap berkomitmen untuk membantu mengamankan dan mengembalikan barang-barang yang tertinggal,” tambah Tohari.
Untuk sepanjang periode masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun berhasil mengamankan barang milik pelanggan yang tertinggal baik di kereta maupun di stasiun sebanyak 119 temuan, berupa sejenis makanan sebanyak 17 temuan, barang biasa berupa sepatu, tas ransel dan selempang, dompet, helm, totebag dll bahkan hingga barang berharga seperti HP, laptop, kamera, perhiasan emas, dan sejumlah uang tunai, dengan estimasi total senilai Rp 83.230.000, bahkan ada barang milik dari Taruna Akmil.
“Pelayanan bagi pelanggan terus kita tingkatkan, seiring dengan inovasi layanan yang responsif dan humanis. KAI Daop 7 Madiun berharap agar masyarakat semakin yakin memilih kereta api sebagai moda transportasi massal yang tidak hanya efisien dan ramah lingkungan, tapi juga mengedepankan keamanan dan kenyamanan dalam setiap perjalanannya,” pungkas Tohari. les
Editor : Redaksi