Rusia Minta AS Jangan Peras Iran

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI : Utusan Rusia, Mikhail Ulyanov, meminta Amerika Serikat (AS) meninggalkan pemerasan dan ultimatum saat bernegosiasi dengan Iran. Ia meminta AS meninggalkan cara negosiasi semacam itu.
            "AS terbiasa melakukan negosiasi dari posisi yang kuat, mengancam akan menggunakan kekuatan militer atau memperketat sanksi. Jelas bahwa skema ini tidak berhasil dengan Iran," tulisnya di X dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2026).
            "Cara terbaik bagi AS dalam keadaan saat ini adalah dengan meninggalkan semua elemen posisinya yang tampak seperti pemerasan, ultimatum, dan tenggat waktu," imbuhnya.
            Utusan Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Itu mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan metode pemerasan dan ultimatum dalam negosiasi dengan Iran. Rusia menilai pendekatan intimidasi AS bertujuan memaksakan kehendak, dan menekankan bahwa ancaman tersebut tidak efektif terhadap Iran. Ulyanov secara konsisten mengkritik AS yang dianggap lebih memilih tekanan daripada diplomasi yang tulus.
Ulyanov berargumen bahwa Washington terbiasa melakukan negosiasi dari "posisi kekuatan" (position of strength). Ia menyebut pendekatan ini sebagai taktik "pemerasan" (blackmailing), "ultimatum," dan "tenggat waktu buatan" (deadlines), yang menurutnya tidak efektif diterapkan pada Iran..

AS Diminta Tinggalkan Pemerasan
Ulyanov berulang kali menegaskan bahwa jika AS benar-benar ingin maju dalam negosiasi dengan Iran, mereka harus meninggalkan elemen pemerasan dan mengadopsi pendekatan diplomatik yang lebih realistis dan dapat dijustifikasi
            Diketahui, perang AS bersama Israel dengan Iran belum ada ujung yang pasti. Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal ke Islamabad, Pakistan, untuk perundingan damai putaran kedua dengan Iran.
            Trump menegaskan batalnya rencana kunjungan utusan ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran tidak berarti perang AS-Israel melawan republik Islam tersebut akan segera berlanjut.
Dilansir AFP, Sabtu (25/4), Gedung Putih menyatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju ibu kota Pakistan untuk melakukan "pembicaraan langsung" dengan pihak Iran yang diharapkan dapat "mendorong kemajuan menuju kesepakatan".
            Tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, tokoh kunci dalam upaya mediasi, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.
            Namun, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut.
"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.
Saat ini, Menlu Iran Abbas Araghchi juga telah meninggalkan Pakistan. Dia bertolak ke Rusia untuk membahas gencatan senjata dan situasi Iran dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. n afp, al, rmc

Berita Terbaru

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI : Dalam momentum Hari Hidrasi Nasional, AQUVIVA merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food yang pertama di Indonesia menggunakan…

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/6/2026) di Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. …

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan korupsi Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, meluapkan kekesalannya dalam persidangan di P…

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak  ‎

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak ‎

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Antusiasme warga mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun membludak. Dari target awal 290 peserta, ju…

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Tingkat SMA/SMK

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Tingkat SMA/SMK

Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Blitar menggelar lomba cerdas cermat yang diikuti oleh…

Ringankan Beban Berobat, Pemkab Tuban Sediakan Rumah Singgah di Surabaya

Ringankan Beban Berobat, Pemkab Tuban Sediakan Rumah Singgah di Surabaya

Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam meringankan beban ekonomi warga, khususnya saat harus…