Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri. SP/ SMP
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri. SP/ SMP

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Menindaklanjuti temuan kasus penyakit TB yang menjangkit sebanyak 716 warga di Kabupaten Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) setempat berkomitmen menekan penyebaran TB di tersebut, dengan memperkuat sistem pelacakan dan skrining aktif.

"Data tentang penderita TB ini merupakan data mulai Januari hingga 25 April 2026, berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas pada rapat koordinasi rutin kemarin," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, Kamis (30/04/2026).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, adanya temuan ratusan kasus itu berasal dari berbagai metode penelusuran yang dilakukan petugas medis di lapangan, baik penelusuran aktif maupun pasif. Selain itu, penemuan kasus juga berasal dari warga yang memeriksakan diri ke puskesmas karena mengalami gejala.

"Dinkes selama ini kan, sudah biasa skrining bersama jaringan layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik pemerintah dan swasta, hingga praktik dokter mandiri (PDM). Jadi, temuan penderita TB ini dari beberapa upaya, baik melalui skrining, juga dari kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan," katanya.

Sehingga, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang terhubung secara real-time dari masing-masing puskesmas dapat melakukan penanganan lebih cepat, termasuk pengobatan pasien serta pelacakan kontak erat guna mencegah penyebaran lebih luas. Pihaknya juga turut mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala TB, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. Pasalnya, penyakit ini dapat sembuh, asalkan pengobatan dijalani sampai tuntas. sm-01/dsy

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

  BLOCKCHAIN dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan mata uang kripto bukanlah …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …