Kasus Pertusis Meningkat, Dokter Tekankan Pentingnya Vaksin Booster Tdap

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Meningkatnya kasus pertusis atau batuk rejan di sejumlah negara, termasuk Indonesia, kembali menjadi perhatian kalangan medis.

Penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak.

Dokter Spesialis Anak National Hospital Surabaya, dr Achmad Y Heryana, SpA, menegaskan bahwa vaksinasi menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk menekan penyebaran pertusis.

Salah satu upaya yang dianjurkan adalah pemberian vaksin Tdap (Tetanus, reduced Diphtheria, acellular Pertussis) sebagai booster guna mempertahankan kekebalan tubuh.


“Dengan meningkatnya kasus pertusis secara global, termasuk di Indonesia, vaksinasi booster menjadi semakin penting untuk menjaga perlindungan terhadap penyakit ini,” ujar dr Achmad di Surabaya, Selasa (9/6/2026).


Ia menjelaskan, perlindungan terhadap pertusis sebenarnya telah dimulai sejak bayi melalui imunisasi DTP yang diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudian dilanjutkan dengan booster pada usia 18 bulan dan 5–7 tahun. Namun, kekebalan tersebut dapat menurun seiring waktu.


Karena itu, vaksin Tdap direkomendasikan kembali saat usia remaja, yakni pada rentang 10–18 tahun. Selain itu, orang dewasa juga dianjurkan menerima vaksin ini satu kali sebagai booster dan mengulanginya setiap 10 tahun untuk menjaga kadar antibodi tetap optimal.
Menurut dr Achmad, terdapat perbedaan antara vaksin DTaP dan Tdap.

DTaP digunakan untuk bayi dan anak karena mengandung antigen lebih tinggi guna membentuk kekebalan dasar, sedangkan Tdap memiliki kandungan antigen lebih rendah sehingga sesuai sebagai penguat kekebalan pada remaja dan orang dewasa.


Sementara itu, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi National Hospital Surabaya, dr Hendera Henderi, SpOG, menekankan pentingnya vaksin Tdap bagi ibu hamil.

Berdasarkan rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), vaksin ini sebaiknya diberikan pada usia kehamilan 27 hingga 36 minggu.


“Pemberian Tdap pada ibu hamil penting untuk membentuk antibodi yang dapat diteruskan kepada janin melalui plasenta, sehingga bayi memiliki perlindungan sejak lahir,” ujarnya.


Ia menambahkan, bayi berusia di bawah dua bulan belum dapat menerima vaksin pertusis primer, padahal kelompok ini memiliki risiko komplikasi paling tinggi jika terinfeksi.


Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan modern yang tidak hanya berfokus pada bayi, tetapi juga pada kesehatan ibu selama kehamilan.

Kolaborasi antara dokter anak dan dokter kandungan dinilai penting untuk memastikan perlindungan optimal sejak sebelum bayi lahir.


Data medis menunjukkan sekitar satu dari tiga bayi di bawah usia satu tahun yang terinfeksi pertusis memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dalam kondisi berat, penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, gangguan pernapasan, hingga kematian.


Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan vaksinasi booster. Selain melindungi individu, vaksin Tdap juga berperan dalam membentuk perlindungan kolektif, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi baru lahir.


Dengan perlindungan berkelanjutan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa, vaksinasi Tdap menjadi langkah penting untuk mencegah kembalinya penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Tag :

Berita Terbaru

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…