Lewat Cak Klepon, Urus Akta Kelahiran dan Kematian di Pabean Cantian Cukup Lewat Handphone

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan inovasi bernama Cetak Akte Kelahiran dan Kematian dalam Handphone (Cak Klepon). SP/ Al qomaruddin
Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan inovasi bernama Cetak Akte Kelahiran dan Kematian dalam Handphone (Cak Klepon). SP/ Al qomaruddin

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen mendekatkan dan meningkatkan kualitas layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) hingga ke tingkat paling bawah. Menjawab komitmen tersebut, Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan inovasi bernama Cetak Akte Kelahiran dan Kematian dalam Handphone (Cak Klepon).

Program ini didesain untuk memangkas birokrasi, di mana petugas proaktif mendatangi rumah warga atau upaya jemput bola untuk memproses akta kelahiran maupun akta kematian secara cepat tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, menjelaskan bahwa melalui inovasi Cak Klepon, masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu untuk mengantre di kantor kecamatan, kelurahan, bahkan balai RW. Ia menjelaskan, prosedur dari layanan ini adalah petugas kecamatan akan langsung bergerak begitu menerima laporan adanya peristiwa kelahiran atau kematian dari RT, RW, atau Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Misalnya ada warga yang meninggal dunia, pihak RT/RW akan langsung terkoneksi dengan kami. Satu hari setelahnya, petugas kami akan datang ke rumah duka untuk bertakziah sekaligus memproses dokumennya. Kami hanya butuh dokumen pendukung seperti KK lama, KTP, dan surat kematian. Prosesnya cepat, hanya butuh waktu sekitar satu jam, KK baru dan akta kematian sudah jadi," ujar Januar Rizal, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, layanan serupa juga berlaku untuk pengurusan akta kelahiran. Banyaknya kasus anak usia sekolah PAUD, SD, SMP yang terkendala masalah administrasi langsung disapu bersih oleh tim Cak Klepon begitu mendapat laporan dari pengurus kampung. Selain memberikan kemudahan, Januar Rizal menambahkan bahwa inovasi Cak Klepon membawa dampak positif bagi validasi data kemiskinan di wilayahnya.

“Selama ini, banyak warga yang enggan atau menunda mengurus akta kematian karena dianggap rumit. Karena itu, data kependudukan menjadi tidak valid. Dengan adanya Cak Klepon data di Kecamatan kami diperbarui tiap hari dan lebih akurat,” imbuhnya.

Dengan data yang selalu update, Ia menambahkan bahwa di wilayahnya tidak  ada lagi istilahnya orang yang sudah meninggal tetap mendapatkan bansos. Bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan. Januar juga mengimbau kepada seluruh warga Pabean Cantian yang belum melengkapi dokumen Adminduknya agar tidak ragu melapor. "Kami yang akan datang menjemput ke rumah masing-masing. Semuanya gratis tanpa biaya apa pun," tambahnya.

Manfaat nyata dari program Cak Klepon ini dirasakan langsung oleh Nanik, warga Teluk Bone Tengah RT 06. Ia menceritakan pengalamannya saat sang ayah meninggal dunia pada tahun 2024 lalu. Di tengah suasana duka, ia mengaku sama sekali tidak terpikirkan untuk mengurus administrasi karena ketidaktahuannya.

"Beberapa hari setelah bapak meninggal, Pak Mus (petugas kecamatan) datang ke rumah. Ternyata surat kematian bapak sudah selesai diuruskan oleh beliau. Saya kaget sekaligus bersyukur," cerita Bu Nanik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yurika, warga Kelurahan Perak Barat. Seorang ibu yang memiliki anak usia balita ini menceritakan pengalamannya yang jauh lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika ia harus melakukan pengurusan mandiri secara online yang membingungkan.

"Pengalaman dari tahun lalu, saya coba online sendiri dan verifikasi akunnya ternyata agak ribet. Tapi dengan sistem sekarang yang dibantu pihak kecamatan, semuanya jadi jauh lebih mudah. Kita tidak perlu susah-susah bingung memegang HP untuk daftar online sendiri," kata Yurika.

Yurika menceritakan, koordinasi dengan petugas kecamatan sangat suportif. Bahkan, ketika ada berkas asli seperti buku nikah yang tertinggal saat ia sempat mampir ke kelurahan, petugas memberikan solusi cepat.

"Petugas bilang, 'Ibunya pulang saja, nanti kirim foto dokumen aslinya ke nomor WhatsApp pihak kecamatan. Jadi sebenarnya lewat WA saja sudah cukup asalkan fotonya lengkap dan jelas. Besoknya langsung jadi. Ini sangat menghemat waktu, pengurusan dokumen bisa beres sambil saya mengasuh anak di rumah," tandasnya. Alq 

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …