Menko Pangan Akui Banyaknya Masalah di BGN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menko Pangan Zulkifli Hasan
Menko Pangan Zulkifli Hasan

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka-bukaan terkait banyaknya masalah di Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia akui banyak persoalan yang harus diselesaikan seperti tata kelola MBG, dugaan penyimpangan hingga kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

Maka itu kata Zulhas, fokus utama pemerintah saat ini bukan menambah program maupun membangun fasilitas baru, melainkan memastikan sistem yang sudah berjalan dapat dibenahi terlebih dahulu.

Dia mengatakan saat ini kalangan internal BGN sedang berbenah

Zulhas mengatakan saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sedang dievaluasi. Ia memastikan yang tidak memerlukan MBG tidak akan diberikan.

"Fokus kepada misalnya ya, yang nggak perlu ya nggak usah. Sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu ya nggak usah," ucap dia.

Kemudian, Zulhas mengatakan tata kelola MBG juga sedang diperbaiki. Dapur-dapur MBG, menurut dia, juga sedang diaudit.

"Nah kemudian tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur ya, itu juga diaudit. Walaupun ini persoalan satu atau dua anak kita, nggak boleh terjadi keracunan lagi. Kalau ini sudah diperbaiki, nanti lebih lanjut baru (MBG) akan kita lanjutkan," ujarnya

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas buka-bukaan terkait banyaknya masalah di Badan Gizi Nasional (BGN).

Dia mengatakan saat ini kalangan internal BGN sedang berbenah.

 

"Begini, ini masalahnya banyak sekali di BGN itu. Jadi sekarang internal dulu dibenahi, dilihat ya, sementara kegiatan lain disetop dulu. Yang lain yang baru-baru setop dulu," kata Zulhas kepada wartawan di DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Zulhas mengatakan saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sedang dievaluasi. Ia memastikan yang tidak memerlukan MBG tidak akan diberikan.

"Fokus kepada misalnya ya, yang nggak perlu ya nggak usah. Sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu ya nggak usah," ucap dia. n ec, dna

Berita Terbaru

IM3 Istimewa Perluas Layanan di Surabaya, Sasar Kebutuhan Digital

IM3 Istimewa Perluas Layanan di Surabaya, Sasar Kebutuhan Digital

Minggu, 11 Okt 2026 17:29 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan internet masyarakat perkotaan semakin beragam, mulai dari menunjang pekerjaan dan pendidikan hingga mengakses hiburan, a…

Khofifah Apresiasi Program Baznas Jatim, Bantuan Guru dan Perlindungan Pekerja Informal Diperluas

Khofifah Apresiasi Program Baznas Jatim, Bantuan Guru dan Perlindungan Pekerja Informal Diperluas

Minggu, 11 Okt 2026 17:23 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kesejahteraan guru pendidikan anak usia dini dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menjadi salah satu perhatian dalam program bantuan so…

Target Pembongkaran Bangli Frontage Gedangan Batas Akhir 12 Oktober, Pemilik Warkop Protes

Target Pembongkaran Bangli Frontage Gedangan Batas Akhir 12 Oktober, Pemilik Warkop Protes

Minggu, 11 Okt 2026 16:50 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 16:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pembongkaran total sisa bangunan liar (bangli) terakhir yang berdiri di lahan proyek r…

Penyambutan Kapolda Jatim Baru Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama Ibunya di Sambut Pedang Pora

Penyambutan Kapolda Jatim Baru Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama Ibunya di Sambut Pedang Pora

Minggu, 11 Okt 2026 15:06 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polda Jawa Timur menggelar prosesi penyambutan Kapolda Jawa Timur yang baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Mapolda Jawa Timur,…

Pemkab Magetan Kaji Ulang Lelang Perbaikan Jalan Buntut Harga Aspal Naik Rp7 Ribu per Kg

Pemkab Magetan Kaji Ulang Lelang Perbaikan Jalan Buntut Harga Aspal Naik Rp7 Ribu per Kg

Minggu, 11 Okt 2026 14:41 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Buntut kenaikan harga aspal sekitar Rp 7.000 per kilogram, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, harus menghitung ulang…

Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Hutan Mangrove Seperti TPA

Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Hutan Mangrove Seperti TPA

Minggu, 11 Okt 2026 14:31 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terbaru, lanskap rimbun hutan mangrove yang berada di kawasan pesisir timur Surabaya terlihat penuh dengan tumpukan sampah seiring…