Tak Pernah Kebanjiran, Warga Kembang Kuning Rasakan Pertamakali Wilayahnya Tergenang

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Musim kemarau yang identik dengan cuaca panas dan minim hujan seolah kehilangan polanya di Surabaya. Hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan selama sekitar tiga jam pada malam hari justru memicu banjir di sejumlah kawasan, termasuk wilayah yang selama puluhan tahun dikenal aman dari genangan.

Salah satu yang terdampak adalah kawasan Kembang Kuning Kulon Besar, Surabaya. Air tidak hanya menggenangi jalan lingkungan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga.

Bagi sebagian warga, peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Pasalnya, kawasan tersebut selama puluhan tahun nyaris tak pernah tersentuh banjir.

"Seumur-umur baru kali ini kebanjiran. Selama 45 tahun tinggal di Kembang Kuning, tidak pernah terjadi banjir seperti ini," ujar Trisna, warga setempat saat ditemui di rumahnya yang tergenang, Selasa (23/6/2026). 

Menurutnya, hujan deras yang turun pada malam hari membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air yang datang dalam waktu singkat.

Kondisi gorong-gorong yang diduga tersumbat memperparah situasi. Di saat yang sama, aliran Sungai Kembang Kuning juga meluap hingga nyaris meluber ke badan jalan.

Padahal, kawasan Kembang Kuning selama ini dikenal sebagai daerah yang relatif tinggi dibanding sejumlah wilayah lain di Surabaya. Karena itu, banjir yang terjadi membuat banyak warga terkejut.

"Daerah tinggi saja sekarang banjir, apalagi daerah yang lebih rendah," katanya.

Puncak genangan terjadi pada Selasa dini hari. Sekitar pukul 05.30 WIB, ketinggian air di sejumlah titik diperkirakan mencapai sekitar 30 sentimeter.

Air yang masuk ke permukiman membuat warga harus berjibaku menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi meski Surabaya tengah memasuki musim kemarau.

Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat dapat memicu genangan hingga banjir, terutama ketika sistem drainase tidak berfungsi optimal.

Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya memberi perhatian lebih terhadap wilayah-wilayah yang selama ini tidak masuk dalam kategori daerah rawan banjir.

Menurut mereka, perubahan pola cuaca dan kondisi drainase perlu menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami berharap wilayah yang selama ini dianggap aman juga mendapat prioritas penanganan. Karena faktanya sekarang daerah yang tidak pernah banjir pun ikut terdampak," ujar Trisna.

Saat air mulai surut pada pagi hari, warga masih membersihkan sisa lumpur dan genangan di sekitar rumah. Namun pertanyaan yang tersisa masih sama: mengapa di tengah musim kemarau, banjir justru datang ke kampung yang selama puluhan tahun tak pernah mengenalnya.

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…