Banjir Menggenangi Rumah Warga, Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Tingkatkan Siaga Banjir

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ilustrasi Banjir di Surabaya, (Istimewa)
ilustrasi Banjir di Surabaya, (Istimewa)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menjelang puncak musim penghujan intensitas hujan mengguyur kota Pahlawan makin tinggi yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Surabaya. Bahkan genangan itu sudah masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi itu terjadi di wilayah Surabaya Timur. Di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Rungkut, hingga Gunung Anyar. Ketinggian genangan memang tidak sampai setengah meter. Namun tingginya curah hujan dan diikuti laut pasang mengakibatkan aliran air melambat. Akibatnya tidak hanya sejumlah ruas jalan yang tergenang tapi rumah-rumah warga juga tergenang.

"Masuk rumah. Di tempat RT saya saja ada 15 rumah warga yang rumah tergenang. Baru mendekati jam 03.00 baru surut. Warga jelas tidak bisa tidur," kata Ketua RT 04/RW 05, Kelurahan-Kecamatan Gunung Anyar, Nendra Yuniar Putra, Senin (24/11).

Warga Surabaya Timur itu mulai cemas saat curah hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayahnya hingga malam. Genangan mulai muncul di ruas jalan. Sementara saluran air dan sungai sudah terlihat penuh.

Akibatnya air di saluran tidak mampu lagi menampung curah hujan tinggi hingga air kiriman dari wilayah lain. Akibatnya, sungai dan saluran meluber dan ruas jalan di Gunung Anyar itu tergenang.

Semakin lama gerangan semakin meluas dan meninggi hingga akhirnya masuk ke rumah-rumah warga. "Kasihan ada warga kami yang stroke harus dievakuasi dan diungsikan karena banjir menggenangi rumahnya," lanjut Nendra.

Warga di Gunung Anyar malam itu memang siaga saat mengetahui curah hujan tinggi dan lama. Mereka siap saling membantu jika ada yang membutuhkan pertolongan akan saling bergerak. Termasuk membantu warga stroke.


Damkar Siaga

Banjir yang mulai masuk ke rumah-rumah warga itu sempat membuat khawatir warga. Namun mereka bersyukur karena genangan itu tidak berkepanjangan hingga berganti hari. Menjelang subuh mulai surut.

Ketua RT Nandra menyampaikan bahwa banjir mulai surut menjelang pukul 03.00. Rumah warga yang tergenang sudah surut. Genangan tak lagi membanjiri rumah-rumah warga. Hanya ruas jalan yang masih tergenang.

Warga di Gunung Anyar berharap agar banjir segera bisa ditanggulangi dan dicegah. Warga mengaku bersyukur karena banjir tidak sampai berkepanjangan dan pagi sudah surut. Namun aktivitas warga jelas terganggu.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah bisa merasakan susahnya warga yang rumahnya kebanjiran. Sampai ada yang meninggikan posisi rumahnya karena wilayah rumahnya kerap kebanjiran.

Laila meminta Pemkot Surabaya bersama seluruh dinas terkait hingga kecamatan kelurahan terus siaga banjir. Karakteristik banjir di Surabaya bukan banjir dengan arus deras. Tapi banjir menggenang yang jika tidak dicarikan solusi jangka panjang akan banjir akan terus berulang.

"Kami di DPRD menyetujui anggaran penanggulangan dan pencegah banjir Rp 1,1 triliun untuk 2026. Jika ada banjir, kami minta semua petugas siaga. Termasuk mobil pemadam kebakaran (Damkar). Rumah pompa harus dipastikan aktif," kata Laila yang kampungnya di Kendangsari juga banjir.

Langkah taktis itu diperlukan saat genangan sudah mengepung kampung. Rumah pompa untuk mempercepat arus air ke saluran utama. Begitu juga Damkar bisa menyedot air di kampung-kampung agar warga juga ayem.

Camat Gunung Anyar Ario Bagus Permadi menuturkan bahwa pihaknya dan petugas gabungan terus memantau kondisi banjir di wilayahnya hingga tadi malam. Pihaknya sudah mengerahkan unit-unit mobil Damkar untuk warga. Alq

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…