SurabayaPagi, Surabaya — Akses layanan kesehatan bagi anak dengan kelainan bawaan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga sosial dinilai berperan dalam memperluas jangkauan layanan medis spesialis.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Wings Group lewat Yayasan Wings Peduli bekerja sama dengan Yayasan Surabaya CLP Center dan RS Premier Surabaya menggelar program operasi bagi anak dengan kondisi craniofacial, seperti bibir sumbing dan celah langit-langit.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 24 Juni 2026 di Surabaya, dengan pelaksanaan operasi dimulai 26 Juni 2026.
Sebanyak 20 pasien balita dari berbagai daerah dijadwalkan menjalani tindakan operasi.
Usia pasien berkisar antara dua bulan hingga tiga tahun, periode yang dinilai krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan makan, berbicara, dan perkembangan sosial.
Secara medis, kelainan bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan nutrisi, komunikasi, hingga menurunkan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Penanganan dini dinilai dapat mengurangi risiko tersebut sekaligus meningkatkan peluang pemulihan optimal.
Dari sisi ekonomi, biaya operasi dan perawatan lanjutan kerap menjadi beban bagi keluarga.
Program bantuan medis semacam ini berperan dalam menekan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga sekaligus membuka akses terhadap layanan spesialis yang umumnya terbatas.
Sejak dijalankan pada 2008, program operasi craniofacial ini telah menjangkau lebih dari 200 anak di berbagai wilayah.
Keterlibatan lembaga sosial dan tenaga medis dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan kesehatan yang inklusif.
Ketua Yayasan Wings Peduli, Luciana Tanoyo, mengatakan program tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik sejak dini.
Selain tindakan operasi, program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan, pendampingan medis, serta edukasi bagi orang tua terkait perawatan pascaoperasi guna mendukung proses pemulihan.
Secara lebih luas, keterlibatan sektor swasta dalam program kesehatan masyarakat mencerminkan peran CSR dalam melengkapi layanan publik, terutama dalam menjangkau kelompok rentan.
Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta menekan dampak sosial-ekonomi akibat keterbatasan akses layanan kesehatan.
Editor : Redaksi