SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti perihal belum mampu memenuhi kuota peserta didik baru pada pendaftaran tahap utama, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, mengambil langkah kebijakan dengan memperpanjang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP melalui jalur luring (offline) setelah 24 SMP negeri, agar seluruh pagu siswa di sekolah yang masih kekurangan peserta didik dapat segera terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
"Hingga penutupan pendaftaran tahap utama, masih ada sekitar 24 SMP negeri yang pagunya belum terpenuhi. Karena itu kami membuka pendaftaran secara offline," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Ponorogo, Farida Nuraini, Minggu (05/07/2026).
Pasalnya, diketahui dari total 56 SMP negeri di Ponorogo, sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota mayoritas berada di wilayah pinggiran. SMP Negeri 1 Sawoo menjadi sekolah dengan kekurangan terbanyak, yakni sekitar 83 siswa. Sementara sekolah lainnya rata-rata masih membutuhkan tambahan antara 10 hingga 50 peserta didik.
Sedangkan sebaliknya, seluruh SMP negeri di wilayah Kecamatan Ponorogo telah berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru pada pelaksanaan SPMB tahun ini. Hal itu diduga dipicu perbedaan minat masyarakat terhadap sekolah di wilayah perkotaan dan luar kota menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sebaran jumlah peserta didik.
Sehingga, melalui perpanjangan pendaftaran secara offline, Dindik berharap calon peserta didik yang belum sempat mengikuti pendaftaran daring masih memiliki kesempatan untuk memperoleh sekolah negeri sesuai domisilinya. Dindik Ponorogo juga akan terus memantau perkembangan jumlah pendaftar di masing-masing sekolah hingga seluruh proses penerimaan murid baru selesai, sehingga distribusi peserta didik di sekolah negeri dapat berlangsung lebih merata.
"Kami memberikan kesempatan kepada calon peserta didik yang belum terakomodasi saat pendaftaran online agar tetap bisa mendaftar. Harapannya kuota di sekolah-sekolah yang masih kurang segera terpenuhi," ujarnya. pn-01/dsy
Editor : Redaksi