SURABAYAPAGI.com, Jombang - Selama momentum libur sekolah, destinasi wisata alam Air Terjun Tretes di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan, mayoritas dari wisatawan mancanegara (wisman). Dimana, lonjakan jumlah pengunjung mencapai hingga 70–80 persen dibandingkan hari biasa.
“Selama libur sekolah ini kenaikannya sekitar 70 sampai 80 persen. Kalau hari biasa pengunjung sekitar 30 sampai 40 orang, sedangkan saat akhir pekan atau liburan bisa mencapai 200 hingga 300 orang per hari,” ujar Operator wisata Air Terjun Tretes, Joko Santoso, Selasa (07/07/2026).
Pasalnya, destinasi yang dikenal sebagai salah satu hidden gem di lereng Gunung Anjasmoro tersebut menyuguhkan keindahan air terjun alami, sehingga membuat takjub dan penasaran para wisatawan mancanegara. Sejumlah wisatawan asal China dan Australia tercatat pernah menikmati keindahan air terjun yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu.
Tak hanya itu, wisatawan datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Lamongan, hingga Ngawi. Bahkan, pengunjung dari Kalimantan juga tercatat datang untuk menikmati wisata alam tersebut. “Yang menarik di sini masih benar-benar alami, belum banyak polesan. Jadi orang datang memang untuk menikmati suasana alam dan trekking,” katanya.
Diketahui, Air Terjun Tretes memiliki tinggi sekitar 175 meter dan dikenal sebagai salah satu air terjun tertinggi di Jawa Timur. Dan selama libur sekolah, harga tiket masuk tidak mengalami perubahan. Wisatawan domestik dikenakan tarif Rp11.000 per orang yang terdiri dari Rp10.000 tiket masuk dan Rp1.000 asuransi. Sementara wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp150.000. Area wisata dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Joko berharap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dapat diikuti dengan peningkatan infrastruktur menuju kawasan wisata, terutama akses jalan. “Kami berharap ke depan ada perhatian terhadap akses jalan supaya lebih baik. Dengan begitu masyarakat sekitar juga ikut merasakan manfaat ekonomi, terutama pelaku jasa ojek dan usaha warga,” ungkapnya. jb-02/dsy
Editor : Redaksi