Dewan Gelar RDP Terkait Serapan Anggaran Semester Satu

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat evaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun Anggaran 2026. SP/ DWI
Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat evaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun Anggaran 2026. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat evaluasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun Anggaran 2026 bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto di ruang rapat DPRD Kota Mojokerto, bertempat di gedung DPRD kota Mojokerto.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Indro Tjahjono dan dihadiri Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti, Kepala Dinsos P3A dr. Farida Mariana, M.Kes., jajaran pejabat struktural, kepala bidang, serta insan media.

Dalam sambutannya, pimpinan rapat menyampaikan bahwa rendahnya serapan anggaran pada semester pertama merupakan kondisi yang umum terjadi. 

Namun, evaluasi tetap diperlukan agar tidak terjadi penumpukan pencairan anggaran pada akhir tahun.

"Melalui rapat ini kami ingin mengetahui hambatan yang dihadapi OPD selama semester pertama. 

Evaluasi ini penting agar pelaksanaan program lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan realisasi anggaran di penghujung tahun," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto dr. Farida Mariana memaparkan capaian kinerja instansinya hingga Juni 2026. Ia menjelaskan sebagian besar indikator kinerja telah melampaui 50 persen, meski masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan percepatan.

Menurutnya, terdapat indikator yang belum bergerak karena menunggu rilis data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun. 

Selain itu, penyusunan dokumen Pengarusutamaan Gender (PUG) juga dijadwalkan selesai pada triwulan IV sehingga progresnya masih belum terlihat.

Farida juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah pada sektor tata kelola pengadaan barang dan jasa serta peningkatan belanja Produk Dalam Negeri (PDN). Hingga pertengahan tahun, realisasi belanja PDN baru mencapai 39,57 persen, masih di bawah target sekitar 50 persen.

"Tata kelola pengadaan terus kami benahi melalui sistem elektronik agar semakin transparan dan akuntabel. Belanja PDN juga menjadi perhatian kami sehingga perlu percepatan pada semester kedua," jelasnya.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Dinsos P3A mengelola anggaran sekitar Rp18,1 miliar yang terbagi dalam 10 program, meliputi program penunjang urusan pemerintahan, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, penanggulangan bencana, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, pemenuhan hak anak, hingga perlindungan khusus anak.

Program dengan alokasi terbesar berada pada bidang perlindungan dan jaminan sosial senilai sekitar Rp7,4 miliar, yang digunakan untuk penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat desil 1 hingga desil 4 sesuai regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

Farida mengungkapkan realisasi belanja hingga akhir Juni baru mencapai 37,9 persen dari total pagu anggaran. Menurutnya, angka tersebut masih berada di bawah target ideal semester pertama.

Rendahnya realisasi dipengaruhi perubahan regulasi penyaluran bantuan sosial, sehingga sebagian anggaran baru dapat dicairkan melalui Perubahan APBD (P-APBD) sekitar September hingga Oktober 2026.

"Kami sudah melakukan evaluasi internal. Bidang-bidang diminta melakukan percepatan dengan menarik kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan lebih awal agar target realisasi bulanan dapat tercapai," katanya.

Selain itu, Dinsos P3A juga menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Mojokerto. Proposal telah dikirimkan kepada Kementerian Sosial dan saat ini sedang berproses bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

Lokasi yang diusulkan berada di wilayah Kelurahan Pulorejo, bagian barat Kota Mojokerto, tepatnya di kawasan belakang SMP Negeri 6 dengan luas lahan sekitar 4,5 hektare.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Mojokerto. dwi

Berita Terbaru

Lewat Program BSPS 2026, DPR Apresiasi Transparansi dan Perluasan Penerima Hingga 400 Ribu Unit Nasional

Lewat Program BSPS 2026, DPR Apresiasi Transparansi dan Perluasan Penerima Hingga 400 Ribu Unit Nasional

Senin, 27 Jul 2026 18:55 WIB

Senin, 27 Jul 2026 18:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di kawasan Wonosari, Surabaya, menunjukkan progres signifikan. Sebanyak tiga rumah w…

Kendaraan Listrik Masuk Sektor Transportasi Premium, Jawab Kebutuhan Mobilitas Kota Besar

Kendaraan Listrik Masuk Sektor Transportasi Premium, Jawab Kebutuhan Mobilitas Kota Besar

Senin, 27 Jul 2026 18:46 WIB

Senin, 27 Jul 2026 18:46 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Tingginya aktivitas bisnis dan perdagangan di Surabaya mendorong kebutuhan layanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga m…

Resmi, Pemkab Ponorogo Buka Lelang 6 Jabatan Eselon II

Resmi, Pemkab Ponorogo Buka Lelang 6 Jabatan Eselon II

Senin, 27 Jul 2026 16:52 WIB

Senin, 27 Jul 2026 16:52 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pagi-Usai diterpa krisis jabatan setingkat kepala dinas pasca OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Pemerintah Kabupaten Ponorogo…

Nama Mantan Bupati Ponorogo Dan Eks DPR-RI Tersebut Dalam Sidang Korupsi BSPS Sumenep

Nama Mantan Bupati Ponorogo Dan Eks DPR-RI Tersebut Dalam Sidang Korupsi BSPS Sumenep

Senin, 27 Jul 2026 15:50 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:50 WIB

SURABAYA, Surabaya Pagi-Nama politikus yang juga mantan Bupati Ponorogo periode 2015-2019 Ipong Muchlison, terseret dalam persidangan kasus dugaan korupsi…

Produksi Hingga 8.000 Lumpia per Hari, Kampung Lumpia Surabaya Diminta Bebas Pajak Berat

Produksi Hingga 8.000 Lumpia per Hari, Kampung Lumpia Surabaya Diminta Bebas Pajak Berat

Senin, 27 Jul 2026 15:49 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Kampung Lumpia Ngaglik, Surabaya, yang belakangan viral di m…

Kesaksian Imam Pejel: Dana CSR Bank Jatim Rp540 Juta Digunakan Bangun PSC Corner di Atas Tanah Milik Menantu Maidi

Kesaksian Imam Pejel: Dana CSR Bank Jatim Rp540 Juta Digunakan Bangun PSC Corner di Atas Tanah Milik Menantu Maidi

Senin, 27 Jul 2026 15:46 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan pemerasan berkedok Corporate Social Responsibility (CSR) dan g…