Teriak Mantan Presiden FIFA

Sepakbola tak boleh untuk Perebutan Kekuasaan Politik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buntut FIFA memutuskan menangguhkan sanksi kartu merah Balogun, yang ditelan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, menarik mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, bereaksi.

Atas peran FIFA era kepemimpinan Gianni Infantino ,Striker 25 tahun itu akhirnya bisa bermain saat AS melawan Belgia, Selasa (7/7) pagi WIB.

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, ikut bereaksi.

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, sampai ikut berkomentar.

Perhelatan Piala Dunia 2026 tak habisnya dipengaruhi faktor politik. Setelah membatasi aktivitas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, kini Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat kembali mengeluarkan kekuatan politiknya.

Trump mengaku menelepon Infantino untuk meninjau kembali kartu merah Folarin Balogun. Trump merasa bahwa wasit yang memberikan kartu merah ke Balogun sudah membuat kesalahan dalam laga melawan Bosnia & Herzegovina yang dimenangkan AS..

FIFA kemudian mengabulkan saran Trump. Hukuman satu pertandingan yang harus dijalani Balogun ditangguhkan dan bisa membela Amerika Serikat di babak 16 besar melawan Belgia.

Sepp Blatter, melalui akun pribadi di X, mempertanyakan sikap FIFA. Dia merasa bahwa apa yang dilakukan FIFA sudah di luar jalur dengan terpengruh politik

Kartu merah tidak dibatalkan oleh panggilan telepon politik. Kartu merah dibatalkan oleh aturan, bukti, dan badan independen," tulis Blatter.

"Jika seorang Presiden AS ikut campur tangan dengan Presiden FIFA -- dan seorang pemain tiba-tiba dinyatakan bersih sebelum pertandingan babak gugur Piala Dunia -- pertanyaan yang tak terhindarkan adalah: Quo vadis (ke mana Anda akan pergi), FIFA? Sepakbola tidak boleh pernah menjadi arena permainan untuk perebutan kekuasaan politik."

Masa jabatan Blatter sebagai presiden FIFA berakhir pada 2015 ketika dilarang terlibat dalam sepakbola selama delapan tahun, yang kemudian dikurangi menjadi enam tahun setelah banding, terkait pembayaran yang dilakukan kepada Michel Platini.

Kedua pria itu dinyatakan tidak bersalah di pengadilan Swiss terkait pembayaran tersebut, yang selalu mereka tegaskan sebagai pembayaran tunggakan atas pekerjaan yang telah dilakukan Platini sebagai penasihat Blatter.

Komite etik FIFA kemudian menjatuhkan hukuman skorsing enam tahun lagi kepada Blatter pada tahun 2021 terkait pelanggaran kode etik lainnya. n afp, usp

Berita Terbaru

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menghormati kesepakatan antara Polri dan Kejagung yang memutuskan penanganan perkara Febrie Adriansyah kepada Kejagung. Kita…