SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, melaporkan outstanding pinjol ini meningkat cukup tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2026, yang berada di Rp 102,07 triliun.
Jika dihitung-hitung, dalam kurun waktu sebulan tersebut total pinjaman masyarakat di platform pinjol meningkatkan sekitar Rp 1,66 triliun.
"Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60% year on year dengan nominal sebesar Rp103,73 triliun," kata Agusman dalam konferensi pers hasil RDKB Juni 2026 yang dilakukan secara online, Selasa (7/7/2026).
Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Mei 2026 berada di posisi 4,42%. Angka ini tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni 4,62%.
"Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat di posisi 4,42%" paparnya.
Di luar itu, Agusman turut menyampaikan realisasi pembiayaan industri pergadaian per Mei 2026 mengalami pertumbuhan hingga 57,97% secara yoy menjadi Rp 163,27 triliun. Secara otomatis membuat nilai aset industri pergadaian juga melonjak jadi Rp 193,76 triliun.
"Pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai yaitu sebesar Rp 137,20 triliun atau 84,03�ri total pembiayaan gadai," ujarnya. n ec, hu
Editor : Redaksi