SurabayaPagi, Surabaya – PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperkenalkan generasi terbaru pikap Hilux di Jawa Timur sebagai bagian dari strategi memperkuat pasar kendaraan niaga, khususnya di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi tersebut.
Peluncuran model generasi ke-9 ini dilakukan di Surabaya, Rabu (8/7/2026), dengan membawa sejumlah pembaruan pada aspek performa, fitur keselamatan, serta kenyamanan berkendara.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya mempertahankan posisi di segmen pikap 4x4 yang masih menjadi salah satu ceruk pasar potensial di Indonesia.
Area Head Jawa Timur PT TAM, Laz Marthino, menyatakan pembaruan Hilux dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen yang terus berkembang, baik di sektor usaha maupun penggunaan pribadi.
“Penyegaran tidak hanya pada performa, tetapi juga pada teknologi yang lebih modern agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujarnya.
Selain model bermesin konvensional, Toyota juga memperkenalkan varian Hilux berbasis listrik (Battery EV) sebagai alternatif kendaraan operasional rendah emisi, terutama bagi perusahaan yang mulai mengarah pada kebijakan dekarbonisasi.
Secara nasional, penjualan Hilux di segmen pikap 4x4 menunjukkan peningkatan. Pangsa pasar kendaraan ini tercatat naik dari 57 persen pada periode Januari–Mei 2025 menjadi 70,2 persen pada periode yang sama tahun 2026.
Area Business Head Auto2000 Jawa Timur dan Bali, Haris Prasetya, menyebut karakter pengguna Hilux di Jawa Timur cukup beragam.
Selain sektor industri seperti pertambangan dan konstruksi, penggunaan oleh konsumen individu juga mulai meningkat.
“Selain untuk operasional, ada juga konsumen yang memanfaatkan kendaraan ini untuk kebutuhan harian maupun aktivitas luar ruang,” katanya.
Ia menambahkan, penjualan Hilux 4x4 di Jawa Timur saat ini berkisar 60 unit per bulan. Sementara itu, kontribusi varian listrik masih terbatas dan didominasi pembelian dari kalangan perusahaan.
Dari sisi teknis, model terbaru ini dibekali mesin diesel 2.755 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 201 hp dan torsi 500 Nm.
Sistem penggerak empat roda (4WD) serta fitur pengunci diferensial belakang tetap dipertahankan untuk menunjang mobilitas di berbagai kondisi jalan, termasuk medan berat.
Perubahan juga terlihat pada sektor suspensi dan pengendalian yang diklaim meningkatkan stabilitas, baik di jalan off-road maupun saat digunakan di jalan raya.
Secara tampilan, desain eksterior mengalami pembaruan dengan karakter yang lebih tegas. Bagian depan dilengkapi grille baru, lampu LED, serta penyempurnaan pada bumper.
Ground clearance kendaraan mencapai 312 mm pada varian double cabin, mendukung kemampuan melintasi medan beragam.
Pada interior, tata letak kabin dirancang lebih ergonomis dengan tambahan fitur hiburan dan konektivitas, termasuk layar multimedia dan panel instrumen digital pada varian tertentu.
Aspek keselamatan juga ditingkatkan melalui penyematan fitur bantuan berkendara, seperti sistem pencegah tabrakan, pengendali jelajah adaptif, hingga pemantau titik buta.
Sementara itu, varian Hilux Battery EV dibekali dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda serta baterai berkapasitas 59,2 kWh.
Model ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional dengan emisi lebih rendah tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kendaraan kerja.
Vice President Director PT TAM, Jap Ernando Demily, menyatakan kehadiran berbagai varian Hilux diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan penggunaan di berbagai sektor.
Editor : Redaksi