Dibanderol Terjangkau, Toyota Hilux BEV Relevan di Lingkungan Kerja Berat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pikap Toyota Hilux BEV. SP/ JKT
Pikap Toyota Hilux BEV. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Toyota kembali meluncurkan model terbarunya Hilux BEV yang akan diposisikan sebagai model listrik yang terjangkau ketika resmi diluncurkan. Hilux BEV disebut dirancang tanpa menghilangkan karakter dasar Hilux yang terkenal tangguh dan fungsional.

Sehingga, Struktur tersebut memungkinkan kemampuan angkut dan daya tahan tetap sebanding dengan varian mesin bensin maupun diesel. Selain itu, beberapa fitur offroad dan fungsionalitas khas pikap turut dipertahankan untuk memastikan Hilux BEV tetap relevan di lingkungan kerja berat.

Toyota tampak memberi fokus kuat pada segmen pengguna komersial atau fleet, terutama sektor-sektor seperti pertambangan yang membutuhkan kendaraan operasional bebas emisi namun tetap memiliki kemampuan kerja khas pickup.

Hilux BEV disebut dirancang tanpa menghilangkan karakter dasar Hilux yang terkenal tangguh dan fungsional. Secara teknis, Hilux BEV dibekali dua motor listrik dengan total tenaga 193 hp yang dipasangkan dengan baterai berkapasitas 59,2 kWh.

Paket ini memberikan jarak tempuh sekitar 240 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Toyota menekankan angka tersebut dianggap memadai untuk kebutuhan operasional harian segmen fleet yang umumnya tidak menempuh jarak jauh dalam satu hari kerja.

Meskipun, perusahaan asal Jepang ini masih menahan diri untuk mengumumkan harga akhirnya. Kepala Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia Sean Hanley mengatakan harga Hilux BEV dipastikan lebih tinggi dibanding varian diesel konvensional. 

"Memang lebih mahal daripada mobil diesel yang kita miliki saat ini. Tapi, kami tahu ini tidak akan menjadi kendaraan dengan volume besar, tetapi harus kompetitif dan terjangkau bagi mereka yang membutuhkannya," ujar Sean, Minggu (30/11/2025).

Lebih lanjut, Toyota juga menegaskan peluncuran global Hilux BEV akan dimulai pada 2026. Australia menjadi salah satu pasar awal yang disiapkan, sementara beberapa wilayah lain masih dalam kajian internal. Perusahaan memastikan strategi harga dan pasar akan diumumkan lebih mendetail mendekati waktu peluncuran resmi. jk-02/dsy

Berita Terbaru

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

PDIP Surabaya Tegaskan Regenerasi Lewat Rapat Konsolidasi PAC

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 10:12 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya  -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, S…

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Demokrat Jatim Gelar Retreat, Emil Dardak Sebut Momentum Refleksi dan Pengabdian

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:44 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat a…

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Fraksi PDIP Jatim minta Perda Perlindungan Perempuan dan Anak segera di Implementasikan

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian A…

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

KPK Dalami Penerapan Pasal Kerugian Negara ke Eks Menag

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:45 WIB

Pakar dan Praktisi hukum Sarankan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Dibidik TPPU, Bukan hanya Suap dan Gratfikasi   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK …

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Gus Yahya Jadi Ketum PBNU Lagi

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:43 WIB

Usai Kirim Surat Minta Maaf dan Siap Pimpin Munas     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Sempat ditangguhkan, kini jabatan Ketua Umum PBNU, yang dipegang Gus Yahya …

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

DPR RI Kritik Kementerian PPPA

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 18:41 WIB

Hingga Satu Tahun, tak Pernah Lakukan Pemberdayaan Perempuan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan P…