Di Jatim, Tercatat 854.454 Jiwa dan di Surabaya Capai Lebih 104.363 Jiwa Penderita Diabetes Melitus

Diabetes Mengancam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

"Satu dari delapan penduduk di ibu kota saat ini berstatus sebagai penyandang diabetes."

Prof Dante Saksono Harbuwono

Wakil Menteri Kesehatan RI

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Kesehatan RI mengungkap fakta mengkhawatirkan mengenai penyebaran penyakit diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Hasil survei kesehatan terbaru di DKI Jakarta menunjukkan bahwa prevalensi diabetes telah mencapai angka 12,8 persen. Ini berarti, satu dari delapan penduduk di ibu kota saat ini berstatus sebagai penyandang diabetes.

Di wilayah Jawa Timur, prevalensi penderita DM berada di angka 2,6�ngan konsentrasi kasus tertinggi berada di Kabupaten Madiun dan Kota Surabaya.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memperkirakan terdapat sekitar 854.454 jiwa penderita diabetes di wilayah Jatim.

Surabaya dan Kabupaten Madiun menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus paling menonjol di provinsi ini.

Dua kota ini menjadi wilayah penyumbang kasus terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jumlah penderita di ibu kota provinsi ini sempat mencapai angka lebih dari 104.363 jiwa pada kurun waktu tertentu, bahkan melonjak hingga 112.893 kasus.

Tingginya Konsumsi Makanan Bergula

Sebagai pusat metropolitan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Jawa Timur, gaya hidup perkotaan seperti tingginya konsumsi makanan tinggi gula dan aktivitas fisik yang rendah memicu lonjakan kasus. Laporan Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat penderita DM mencapai ratusan ribu jiwa

Kabupaten Madiun juga tercatat sebagai salah satu episentrum penyebaran DM di Jatim, dengan tren kasus dan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan yang terus meningkat tiap tahunnya.

Faktor Pemicu Utama

Lonjakan prevalensi di wilayah padat seperti Surabaya didorong oleh beberapa faktor risiko utama:

Dan obesitas, menjadi faktor risiko utama yang sangat berkontribusi pada lonjakan penderita DM.

Selain pola makan tinggi gula, konsumsi makanan/minuman manis instan yang berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik.

Profil Genetik Penduduk

Ironisnya, penyakit ini menjadi ancaman tersembunyi yang meluas tanpa disadari. Dari total 12,8 persen warga yang terdampak, baru sekitar 3 persen saja yang sudah terdiagnosis secara medis. Sementara itu, sebanyak 9,8 persen sisanya baru mengetahui diri mereka mengidap diabetes saat mengikuti proses survei, lantaran selama ini tubuh mereka tidak merasakan gejala klinis apa pun.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono membeberkan bahwa tingginya angka tersebut berkaitan erat dengan profil genetik penduduk. Hasil studi genetik di dalam negeri menunjukkan sebuah realitas mengejutkan, hampir seluruh masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki bakat atau gen diabetes di dalam tubuhnya.

"Jika hanya salah satu orang tua yang mengidap diabetes, risiko anak terkena diabetes masih di bawah 10 persen. Namun, jika kedua orang tua menyandang diabetes, risiko anak meningkat drastis menjadi 20 hingga 30 persen pada usia yang jauh lebih muda. Kurva risikonya naik tajam," paparnya dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (8/7/2026).

Pintu masuk utama yang memicu aktifnya gen diabetes laten ini tidak lain adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Dia meminta masyarakat segera mengubah paradigma bahwa obesitas adalah masalah penampilan. Obesitas adalah penyakit metabolisme kronis yang saat ini secara konsisten menduduki peringkat lima besar masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia melalui program Cek Kesehatan Gratis.

"Berbicara tentang obesitas berarti berbicara tentang perubahan metabolisme tubuh. Dengan mengendalikan dan menurunkan angka obesitas, kita secara langsung dapat mencegah komplikasi lanjutan, seperti menurunkan angka kasus diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung," tandasnya.

 

Penderita Diabetes Dewasa 19,47 juta

Data dari Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi diabetes pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar 11,7%, di mana sekitar 90% hingga 95�ri total kasus tersebut adalah Diabetes Melitus (DM) Tipe 2.

akan mencapai 643 juta pada tahun 2030, dan 783 juta pada tahun 2045. Selain jumlah penyandang diabetes yang besar, diperkirakan jumlah orang dengan kadar glukosa darah yang mulai meningkat atau pada fase prediabetes, yaitu toleransi glukosa terganggu pada tahun 2021 ini berjumlah sekitar 541 juta. Diabetes pada populasi ini juga memberikan konsekuensi angka kematian yang tinggi terkait dengan diabetes, yaitu diperkirakan lebih dari 6,7 juta pada kelompok orang dewasa berusia antara 20–79 tahun.

Diabetes tidak hanya memengaruhi orang dewasa, namun juga anak-anak dan remaja yang berusia sampai dengan 19 tahun, di mana jumlah penyandang diabetes pada kelompok ini juga meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2021, diperkirakan lebih dari 1,2 juta anak dan remaja mengalami diabetes melitus tipe 1. n jk, erc, dna

Berita Terbaru

Meriahkan HUT RI ke-81,  Pemdes Janti Gelar Jalan Sehat Pererat Silaturahmi Antar Warga

Meriahkan HUT RI ke-81,  Pemdes Janti Gelar Jalan Sehat Pererat Silaturahmi Antar Warga

Minggu, 23 Agu 2026 10:18 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Suasana meriah mewarnai peringatan HUT ke - 81 Republik Indonesia di Desa Janti, Kecamatan Tarik. Ribuan warga tumpah ruah…

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

SURABAYA PAGI, Jombang- Aktivis dari LSM ALMAS Independen, Arifin mengungkapkan kejanggalan dalam kasus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera…

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Sebanyak 120 regu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Gerak Jalan Merah Putih Kota Mojokerto, Sabtu (2…

Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan

Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan

Sabtu, 22 Agu 2026 14:59 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 14:59 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun –Pemerintah Kabupaten Madiun siapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan infrastruktur jembatan dan…

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Swakarya Insan Mandiri atau SIMGROUP memasuki usia ke-19 dengan membawa semangat transformasi dan inovasi. Mengusung tema Leading t…

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang mengedepankan s…