SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebagai upaya strategis dalam menekan penyebaran kasus HIV/AIDS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus menggencarkan permasalahan tersebut dengan memfasilitasi skrining kesehatan secara rutin dan meningkatkan pengetahuan warga melalui program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi).
Pasalnya, saat ini sudah sebanyak 43 warga Pamekasan kini positif terpapar HIV/AIDS, sesuai data laporan dari masing-masing puskesmas yang ada di Pamekasan sejak Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 31 orang telah dilakukan pengobatan Antiretroviral (ARV), sedangkan 12 lainnya tidak.
"Upaya ini penting dilakukan, karena berdasarkan pendataan yang kami lakukan, puluhan orang di Pamekasan ini positif menderita HIV/AIDS. Dan yang 12 orang ini tidak mendapatkan pengobatan, karena yang bersangkutan memang tidak bersedia. Sebab, pengobatan ARV ini kan tidak ada paksaan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Saifudin, Rabu (22/07/2026).
Lebih lanjut, menurut Saifudin, seseorang bisa terpapar HIV/AIDS karena beberapa faktor, diantaranya hubungan seksual secara bebas, penyalahgunaan narkoba khususnya pada jarum suntik yang bergantian. Selain itu, hubungan sesama jenis juga bisa menjadi penyebab timbulnya jenis penyakit tersebut.
Bahkan, menurut dia, kasus terbanyak di Kabupaten Pamekasan terjadi pada laki-laki dengan rentang usia antara 25 hingga 40 tahun. "Oleh karena itu, upaya untuk menekan penyebaran jenis penyakit ini melalui skrining penguatan program KIE terus kami gencarkan," katanya. pm-01/dsy
Editor : Redaksi