Mantan Menteri Pariwisata Usul Pemberlakuan Bebas Visa

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 19 Jun 2024 19:15 WIB

Mantan Menteri Pariwisata Usul Pemberlakuan Bebas Visa

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya mengusulkan pemberlakuan kebijakan bebas visa untuk memperbaiki pilar openness to T&T atau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata Travel and Tourism Development Index (TTDI).

“Mana yang harus kita (Indonesia) perbaiki, international openness atau ICT readiness. ICT readiness, kita membangun banyak BTS perlu uang yang banyak, kalau international openness tidak perlu apa-apa, hanya perlu kemauan,” ujar Arief Yahya dalam acara Apresiasi Peningkatan Peringkat TTDI 2024 Indonesia, di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Monumen Reog Ponorogo Bakal Masuk PSN, Perekonomian Berpotensi Naik

Pernyataan tersebut terkait dengan lima pilar Travel and Tourism Development Index Indonesia yang membutuhkan perhatian, yakni pilar kesehatan dan sanitasi; pilar layanan wisatawan dan infrastruktur; pilar kesiapan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, juga terdapat pilar openness to T&T atau keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata, dalam hal ini kemudahan wisatawan untuk memasuki Indonesia; dan pilar kelima yakni sumber daya manusia dan pasar tenaga kerja, serta keberlanjutan lingkungan.

Menurut Arief, perbaikan terhadap pilar keterbukaan terhadap perjalanan dan pariwisata merupakan langkah yang efektif dan efisien untuk meningkatkan Travel and Tourism Development Index (TTDI) Indonesia.

“Infrastruktur, keberlanjutan, itu mahal-mahal. Tapi, international openness murah,” kata Arief lagi.

Baca Juga: Menparekraf Koordinasi Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik

Ia menjelaskan bahwa kebijakan bebas visa tidak merugikan negara, karena dengan memberi kemudahan bagi wisatawan untuk masuk ke Indonesia.

Arief meyakini bahwa masuknya wisatawan ke Indonesia justru memberi keuntungan berupa pengeluaran yang dilakukan oleh wisatawan ketika berkunjung ke destinasi-destinasi wisata.

Oleh karena itu, Arief mengatakan justru menolak kebijakan bebas visa yang merugikan negara.

Baca Juga: Angka Kunjungan Wisman ke Indonesia Makin Tinggi, Menparekraf Optimistis Target Kunjungan Tercapai

“Kalau orang susah dapat visa ke Indonesia, bagaimana akan menghasilkan average spending per arrival (rata-rata pengeluaran per kedatangan),” kata Arief.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan usulan 20 negara untuk mendapatkan bebas visa kunjungan ke Indonesia merupakan upaya untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas.

Adapun 20 negara yang diusulkan tersebut, di antaranya adalah Australia, China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, dan Spanyol. 

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU