SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki Agustus 2026, harga tomat di Magetan justru merosot tajam, bahkan di tingkat petani hanya tersisa sekitar Rp1.500 per kilogram. Padahal di musim kali ini, hasil panen tomat yang melimpah.
Kondisi tersebut dirasakan petani tomat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Sugito, salah seorang petani, mengatakan harga jual tomat pada musim panen Agustus tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan musim sebelumnya.
"Kalau di harga petani sekarang tinggal Rp1.500 per kilogram. Padahal hasil panennya bagus. Minimal kalau mau untung itu harganya Rp2.500 per kilogram, ini malah jauh di bawahnya," kata Sugito, Kamis (20/08/2026).
Menurut dia, pada musim panen sebelumnya harga tomat masih berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Penurunan harga membuat hasil panen yang seharusnya menjadi sumber pendapatan justru tidak memberikan keuntungan yang memadai.
Meski harga turun, pasokan tomat dari wilayah Plaosan dan sekitarnya masih relatif aman. Sehingga, Sugito berharap harga tomat kembali naik sehingga petani masih memiliki modal dan keuntungan untuk melanjutkan budidaya pada musim tanam berikutnya.
Kondisi serupa juga terlihat di tingkat pedagang. Warsini, pedagang sayuran di Pasar Sayur Magetan, mengatakan harga tomat di lapak saat ini hanya sekitar Rp5.000-Rp6.000 per kilogram. Fenomena turunnya harga tomat setiap memasuki Agustus disebut pedagang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Namun, hingga kini mereka belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan pola penurunan harga tersebut berulang pada periode yang sama.
Bagi petani, persoalan utama bukan sekadar fluktuasi harga, melainkan selisih harga yang cukup jauh antara tingkat petani dan pasar. Saat petani hanya menerima Rp1.500 per kilogram, konsumen di pasar masih harus membeli tomat dengan harga sekitar Rp5.000-Rp6.000 per kilogram. mg-02/dsy
Editor : Redaksi