Perketat Pengawasan, Dishub Kota Mojokerto Monev Jukir Tiap Hari

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pegawai Dishub Kota Mojokerto saat sidak program parkir berlangganan.
Pegawai Dishub Kota Mojokerto saat sidak program parkir berlangganan.

i

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto terus melakukan pengawasan terhadap juru parkir (Jukir) resmi. Tak hanya itu, monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan setiap hari, baik pagi maupun sore.

Hal iti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Mochammad Hekamarta Fanani kepada Surabaya pagi, Kamis (27/8/2026).

"Tiap hari kita monev untuk memastikan pelayanan parkir berjalan sesuai aturan serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas," ujarnya.

Selain pengawasan rutin, Dishub juga terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para jukir agar memberikan pelayanan yang baik, ramah, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat saat membayar pajak kendaraan, khususnya untuk mengingatkan pemilik kendaraan agar menempelkan stiker parkir berlangganan sebagai tanda resmi kendaraan telah terdaftar.

Heka menegaskan bahwa stiker parkir berlangganan menjadi bukti penting bagi kendaraan berplat nomor Kota Mojokerto saat parkir di tepi jalan umum. Dengan menunjukkan stiker tersebut kepada jukir resmi, masyarakat tidak perlu lagi membayar retribusi parkir di lokasi tersebut.


“Stiker berlangganan ini menjadi bukti yang bisa ditunjukkan kepada jukir resmi jika kendaraan berplat nomor Kota Mojokerto parkir di tepi jalan umum. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika sudah terdaftar dalam parkir berlangganan,” jelasnya.

Menurutnya, sistem ini diterapkan untuk menciptakan transparansi dan ketertiban dalam pengelolaan parkir, sekaligus menghindari potensi pungutan yang tidak sesuai aturan.

Melalui pengawasan yang konsisten, sosialisasi berkelanjutan, dan peningkatan pelayanan, Dishub Kota Mojokerto berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari sistem parkir yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.  dwi

Berita Terbaru

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan…

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah mengantisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih…

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di…

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis…

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Persoalan dugaan pungutan di sekolah negeri Jawa Timur kembali mencuat. Terbaru, sejumlah wali murid SMKN 1 Mojoagung, Jombang,…

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani…