SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Gerakan Pramuka tidak hanya tentang berkemah, mendirikan tenda, membuat simpul, maupun baris-berbaris. Di tengah perkembangan zaman, Pramuka dituntut mampu menjadi ruang belajar yang melahirkan generasi kreatif, mandiri, adaptif, sekaligus mampu mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memimpin Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 di GOR Joyoboyo Kota Kediri, Jumat (6/9/2026). Tahun ini, Hari Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam amanatnya, Mbak Wali mengatakan tema tersebut menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk terus melangkah relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan seperti berkemah, baris-berbaris, membaca arah mata angin, membaca sandi hingga survival tetap penting karena menjadi bagian dari pembentukan karakter Pramuka yang tangguh, disiplin, mandiri, peduli dan mampu bekerja sama.
“Namun saat ini pendidikan kepramukaan harus lebih inovatif, namun tetap menyenangkan. Pramuka harus mampu berperan aktif untuk berbakti dan mengabdi bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Kediri menekankan, pendidikan kepramukaan perlu berkembang dari sekadar learning by doing menjadi learning, creating, and solving. Artinya, Pramuka tidak hanya belajar melakukan sesuatu, tetapi juga mampu menciptakan gagasan dan menyelesaikan persoalan nyata.
Ia menggambarkan Pramuka yang diharapkan bukan hanya terampil membuat simpul, tetapi juga mampu mengikat persaudaraan. Bukan hanya terampil mendirikan tenda, tetapi mampu membangun ketangguhan diri dan organisasi. Serta bukan sekadar hafal Dasa Darma, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap Pramuka juga memiliki kepedulian terhadap pangan, kelestarian lingkungan, kewirausahaan, penggunaan teknologi, dan pemberdayaan potensi lokal,” tutur Mbak Wali.
Menurutnya, kontribusi tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pramuka dapat menanam dan merawat tanaman pangan di lingkungan sekolah maupun di rumah, belajar mengolah sampah, mengurangi sampah makanan, hingga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Kediri, para pembina, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini bersama-sama membina generasi muda. Di balik setiap Pramuka yang hebat, ada pembina dan orang tua yang sabar mendampingi.
Mbak Wali berharap Gerakan Pramuka Kota Kediri dapat menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi yang berkarakter, kreatif, inovatif, terampil, mandiri, adaptif terhadap teknologi, peduli lingkungan dan memiliki semangat pengabdian. “Dengan semangat Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, mari kita satukan langkah dan satukan semangat untuk terus berkarya. Dirgahayu Gerakan Pramuka,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan lencana kegiatan Jambore Nasional XII kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri. Begitu juga dilakukan penyematan Brevet Brigade Penolong kepada Ketua Majelis Pembimbing Ranting dan perwakilan tiga Ketua Majelis Pembimbing Kelurahan yakni Campurejo, Tempurejo, Pakelan serta penyematan Brigade Penolong angkatan 10 tahun 2026 kepada Jericho Petrus Danisatria.
Selain itu, juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Video Vlog “Aku Bangga Jadi Pramuka”. Juara pertama diraih Aisyah Nurul Aini dari UIN Syekh Wasil Kediri, juara kedua Bayu Setiawan dari SMPN 4 Kota Kediri, dan juara ketiga Fella Dwi Agustina dari SDN Ngronggo 2 Kota Kediri.
Turut mengikuti kegiatan tersebut perwakilan Kwartir Daerah Provinsi Jawa Timur, Wakil Wali Kota Kediri sekaligus Wakil Ketua Mabicab Pramuka Kota Kediri Qowimuddin Thoha, jajaran Forkopimda Plus Kota Kediri selaku Wakil Ketua Mabicab, Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartika Sari selaku Wakil Ketua Mabicab, Kepala OPD selaku anggota Mabicab, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Adi Prayitno, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri Edy Herwiyanto, para camat selaku Kamabiran, para lurah selaku Kamabikel, jajaran Dewan Kehormatan, Andalan, Pusdiklat, LPK, Pamong Saka Cabang Kota Kediri, Ketua Kwaran beserta pengurus dan Andalan Ranting, para kepala sekolah selaku Kamabigus beserta pembina gugus depan, Dewan Kerja Cabang, Satuan Karya, Brigade Penolong Pramuka Kota Kediri, para pembina Pramuka beserta Pradana dan Dewan Racana, Pramuka tingkat Garuda, peserta Jambore Nasional ke-12, serta seluruh adik-adik anggota Gerakan Pramuka. Can
Editor : Redaksi