SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna membantu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkaya perbendaharaan kata anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mendorong budaya literasi membaca kepada anak sejak usia dini. Pembiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah atau perpustakaan, tetapi juga di rumah dengan melibatkan orang tua.
"Kalau ibu dan bapak di rumah minimal menyediakan waktu 10 sampai 15 menit untuk membaca, insya allah anak-anak juga akan ikut membaca,” ujar Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, Senin (07/09/2026).
Dispusip Surabaya juga terus mengembangkan perpustakaan digital yang diharapkan dapat terintegrasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga lainnya untuk memperluas akses masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap berbagai koleksi bacaan di tengah perkembangan teknologi digital.
"Sekarang sudah era digital. Anak-anak bisa mengakses berbagai koleksi tanpa harus pergi ke mana-mana. Mereka juga bisa bertukar pengalaman dan memanfaatkan berbagai koleksi yang tersedia," katanya.
Meski pengadaan buku baru belum dapat dilakukan dalam jumlah besar, Dispusip Surabaya juga mendorong anak-anak untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi sekaligus menjadi pencipta karya. Anak-anak, termasuk pelajar SMP, akan didorong untuk mulai menulis dan menghasilkan karya literasi. “Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi juga menulis. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkarya,” ujar Yusuf.
Dispusip Surabaya juga mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling. Mobil perpustakaan keliling akan dijadwalkan mengunjungi sekolah, taman, maupun komunitas-komunitas pegiat literasi. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan bahan bacaan kepada anak-anak sekaligus memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam. sb-04/dsy
Editor : Redaksi