Minggu Depan, Tim BPCB Eksplorasi Kapal Van Der Wijck

Tim BPCB Jawa Timur, saat melakukan proses eksplorasi SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Mulai Minggu depan Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, akan  kembali mengeksplorasi kapal legendaris Van Der Wijck, yang sebelumnya harus terhenti karena cuaca buruk di perairan Pantai Utara Lamongan.

Kepastian akan kembali mengeksplorasi kapal legendaris Van Der Wijck itu, disampaikan oleh arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho kepada wartawan, Minggu (10/10/2021).

Disebutkan olehnya, eksplorasi kapal yang namanya diambil dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart Van Der Wijck (1840-1914) itu, sempat tertunda karena kondisi perairan pantura saat itu yang tidak memungkinkan lantaran cuaca buruk.

Eksplorasi kata Wicaksono akan dilakukan pada minggu depan,  melalui penyelaman ke titik lokasi tenggelamnya kapal Van Der Wijck. "Minggu depan kami akan kembali melakukan eksplorasi kapal Van Der Wijck," terangnya.

Eksplorasi ini kembali dilakukan tambah Wicaksono, dalam rangka observasi terhadap bangkai kapal.l, apalagi eksplorasi bangkai kapal ini menjadi prioritas BPCB selama ini.

"Target kami eksplorasi ini mampu menangkap penampakan bangkai kapal Van Der Wijck, baik berupa foto maupun video, dan selanjutnya kita identifikasi," katanya.

IMG-20211010-WA0022

Sekedar diketahui, pada bulan April yang lalu, tim BPCB Jatim sempat melakukan penyelaman ke titik lokasi untuk melakukan observasi bangkai kapal Van Der Wijck, namun karena airnya keruh dan daya lihat di kedalaman 40 m kurang baik, sehingga proses pengambilan foto tidak maksimal.

Eksplorasi tersebut melibatkan 13 orang dari Tim BPCB, termasuk 6 orang nelayan setempat, 2 orang penyelam POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia), 1 orang dari HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Lamongan, dan 5 orang dari Disparbud Lamongan, serta 1 orang dari Polairud.

Perjalanan ke lokasi titik tenggelamnya kapal itu menggunakan kapal milik nelayan setempat yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam dalam sekali perjalanan. Diperkirakan, jaraknya kurang lebih 17 mil dari bibir pantai Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Lamongan.

IMG-20211010-WA0021_2

Berdasarkan data yang dihimpun, Kapal legendaris yang bernama Van Der Wijck telah tenggelam di perairan pantura, pada tahun 1936. Kapal Van der Wijk adalah kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang merupakan cikal bakal Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) saat ini.

Peristiwa tersebut diabadikan dengan dibangunnya sebuah monumen tanda peringatan kapal Van Der Wijck, di kawasan Pelabuhan Nusantara Brondong Lamongan, sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para nelayan setempat yang telah menolong para korban kecelakaan Kapal Van Der Wijck. jir