Pengmas Farmasi Unair Dorong Minat Wirausaha Siswa SMK di Tengah Pandemi

Kegiatan pengmas yang dilakukan oleh Departemen Klinik Fakultas Farmasi Universitas Airlangga di Kenjeran, Surabaya Rabu (7/10/2020) lalu. SP/Humas Unair

SURABAYAPAGI, Surabaya - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) kembali melakukan pengabdian masyarakat (pengmas) bertajuk upaya hilirisasi produk kosmetik dengan sasaran target siswa SMK Farmasi di Surabaya.

Menurut Ketua pelaksana, Dr. apt. Dewi Isadiartuti, M.Si, pengmas tahun 2021 ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa di bidang produk kosmetika sebagai acuan dalam mendorong siswa berwirausaha khususnya di tengah pandemi covid-19.

"Target kegiatan pengabdian masyarakat adalah dengan mengedukasi minimal 50 siswa kelas XI dan XII SMK Farmasi Sekesal dan SMK Farmasi Kapasari Surabaya beserta dengan guru pendamping masing-masing sekolah tanpa dipungut biaya," kata Dewi Isadiartuti kepada Surabaya Pagi, Minggu (08/08/2021).

Lebih lanjut Dewi jelaskan, dalam Permenkes Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tahun 2010 tentang Izin Produksi Kosmetika terdapat peluang untuk memproduksi kosmetika skala industri kecil. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan pengmas kali ini, pihak farmasi Unair bekerjasama dengan alumnus Fakultas Farmasi Airlangga yang juga adalah Kepala BBPOM Mataram untuk mengadakan kegiatan hilirisasi produk kosmetika bagi siswa SMK.

Sebagai informasi BPOM sendiri melalui peraturan yang dikeluarkan telah memberikan arahan tentang cara pembuatan kosmetika yang baik dan setiap produk yang akan diedarkan harus memiliki ijin edar.

"Dalam pengabdian masyarakat ini, siswa SMK Farmasi di Surabaya akan mendapatkan penjelasan tentang, produk kosmetika, formulasi sediaan Kosmetika, stabilitas sediaan kosmetika dan perizinan sediaan kosmetika," terang Dewi.

Adapun materi yang diberikan dalam bentuk ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi. Sebelum acara dimulai, peserta mengerjakan 20 soal pre-test yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan dan setelah acara selesai, peserta mengerjakan soal post-test. 

Hasil pekerjaaan peserta pada pre test dan post test akan dianalisis untuk mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti acara Webinar. Selain itu, peserta diberi kesempatan selama 2 minggu untuk menerapkan pemahaman yang diperoleh melalui pembuatan e-poster tentang “Hilirisasi Produk Kosmetika” secara berkelompok.

"Dari 50 peserta dibagi menjadi 10 kelompok atau 5 siswa per kelompok dan tugas dikirim melalui email panitia," akunya.

Terkait Pengmas Farmasi Unair, di tahun sebelumnya juga dilakukan kegiatan serupa. Namun materi yang disampaikan adalah terkait teknik aseptik sediaan steril yang dilakukan kepada masyarakat di Sumba Timur NTT dan Pontianak.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat dari farmasi Unair, dapat memberikan kontribusi dan kemajuan baik bagi universitas maupun bagi bangsa dan negara.

"Harapan kami dengan adanya pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi Unair dapat memberikan dampak positif bagi peserta yang mengikutinya dan peserta dapat mengaplikasikan materi yang diberikan," pungkasnya.sem