Tetap Eksis Berbisnis Olahan Pisang di Masa Pandemi

Ayumi Yunita Sari. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Banyaknya UMKM yang saat ini tengag terdampak pandemic Covid-19, tak membuat Ayumi Yunita Sari untuk terus berkreativitas dan berinovasi camilan olahan pisang produksinya. Dimulai dari mengurangi karyawan hingga membuat beragam variasi rasa menjadi salah satu strategi dalam bisnisnya.

Bisnis tersebut dijalankan Ayumi dengan belajar secara otodidak dan terus berinovasi agar usahanya tidak gulung tikar, apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19 ini. Ia pun menyediakan variasi camilan serta rasa dialukan untuk menarik minat pembeli. Varian topping atau pelengkap camilan juga disediakan.

Ayumi sudah memulai usahanya sejak lima tahun silam. Pisang menjadi bahan utama. Dia tak kesulitan mendapatkan buah kaya vitamin itu. Banyak pejual di pasaran dengan harga lumayan terjangkau. Pisang juga menjadi favorit banyak orang. Peluang itulah yang dimanfaatkan untuk mulai merintis usaha camilan.

Olahan buah pisang yang menjadi produk andalannya. Selama menjadi pengusaha, dia banyak belajar. Termasuk bagaimana agar bertahan meski di tengah pandemi seperti sekarang. "Awalnya membuat usaha itu sekitar tahun 2016. Sebenarnya dulu hanya nyoba. Ingin goreng pisang terus dikasih coklat. Lantas iseng upload ke media sosial, dari situ mulai ada yang pesan," ungkapnya.

Selain itu, tidak mudah bagi Ayumi dalam merintis usaha olahan pisang tersebut. Sebab, tak hanya sebatas pendapatan atau keuntungan yang dipikirkan. Namun, risiko terburuk yang terjadi pada usaha itulah perlu dipertimbangkan.

"Pandemi ini benar-benar berpengaruh sekali. Apalagi pada pertengahan tahun lalu. Pendapatan turun 50 persen lebih. Rencana buka cabang atau outlet juga gagal," katanya.

Meski banyak kendala, Ayumi terus bertekad, usaha yang dirintis sejak masih nol tak boleh kandas. Terlebih dia sudah meninggalkan pekerjaanya demi fokus bisnis.

"Ini usaha benar-benar saya bangun dari nol. Sejak saya membuat produk dan mengantar sendiri ke pembeli, buka stan makanan sendiri. Itu yang dipikirkan untuk nggak boleh nyerah," tuturnya.

Untuk menunjang usahanya saat ini, Ayumi rajin memberikan promo di media sosial juga dilakukan agar bisa memancing pembeli. Bagi Ayumi, salah satu kunci keberhasilan yakni tidak boleh mudah menyerah. “Sulit memang kalau dirasakan, tapi kalau dijakoni dengan ikhlas ya bisa saja," katanya dengan semangat. Dsy11