•   Sabtu, 14 Desember 2019
Pilwali 2020

Armuji (Mulai) Bermanuver

( words)
Armuji


Di Tengah Rivalitas Risma dan Bambang DH, Ketua DPRD ini Blak-blakan Ingin Berduet dengan Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020. Namun Arus Bawah PDIP, Whisnu Masih Kuat

Alqomar, Rangga Putra, Hermi
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Di tengah rivalitas Tri Rismaharini dan Bambang Dwi Hartono alias Bambang DH, yang disebut-sebut akan membawa jagonya di Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji tak ingin tinggal diam. Politisi senior PDIP ini mulai bermanuver dengan terangan-terangan siap maju menggantikan Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya. Bahkan, secara terbuka ingin menggandeng Eri Cahyadi, birokrat yang dikenal dekat dengan Risma. Saat ini, Eri yang sama-sama alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). Pertarungan internal PDIP ini akan memanas, lantaran sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Surabaya tetap setia mendukung Whisnu Sakti Buana. Putra tokoh PDIP almarhum Ir. Sutjipto ini kini ditugaskan sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, setelah tak memimpin DPC PDIP Surabaya.
--------

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/7/2019), Armuji menyatakan siap maju dalam kontestasi pemilu kepala daerah kota Surabaya yang rencananya akan digelar pada September 2020 mendatang. "Jika ditugasi oleh partai sebagai kader selalu harus siap," tandas politisi yang akrab disapa Cak Ji ini.

Langkah yang akan ditempuh, lanjutnya, akan turun ke bawah menemui masyarakat seperti yang sudah dilakukan pada Pileg lalu. "Hasil perolehan suara pada pileg yang lalu sebagai modal. Selanjutnya akan lebih intensif lagi menemui warga supaya elektabilitas dan popularitas seiring dan seirama," kata pria yang menjadi anggota DPRD Surabaya selama empat periode ini.

Armudji merupakan DPRD Jatim dari PDI Perjuangan terpilih peraih suara terbanyak di Dapil Jatim 1 (Surabaya) pada Pemilu 2019. Berdasarkan rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Kota Surabaya yang dilaksanakan KPU Surabaya pada 30 April-8 Mei, untuk perolehan suara caleg DPRD Jatim Dapil Jatim 1 (Surabaya) tertinggi Armudji dengan 136.308 suara. Disusul, Aghata Retnosari (PDIP) 67.339 suara, Arif Hari Setiawan (PKS) 34.797 suara, Blegus Prijanggono (Golkar) 29.591 suara, Syamsul Arifin (PKB) 28.727, dan Hartoyo (Demokrat) 27.068 suara.

Nama Armuji termasuk dalam radar bursa calon Pilwali Surabaya dari PDIP. Bahkan, dia mengaku telah diminta kirim foto ke DPP sebagai syarat administrasi. "Saya disuruh kirim foto. Kalau foto itu untuk keperluan Kongres saya rasa tidak. Karena saya bukan lagi utusan Kongres," cetus dia.

Armuji mengatakan, kalau nanti benar dikehendaki oleh DPP, maka dia siap kerja maksimal. Menurut Armuji, Calon Wali Kota yang direkomendasi DPP pasti yang memiliki elektabilitas tinggi. "Ini kan pilihan rakyat, siapa yang elektabilitasnya bagus maka akan mendapat rekom dari DPP. Kami serahkan ke DPP. Saya hanya konsolidasi dan sambang masyarakat," tandasnya.

Armuji juga terang-terangan, bila mendapat rekom dari DPP PDIP, maka dia akan menggandeng sosok birokrat berpengalaman sebagai pendampingnya maju di Pilwali Surabaya 2020. Nama Kepala Bappeko Eri Cahyadi, menurut Armuji sangat pas karena cukup berpengalaman di birokrasi Pemkot Surabaya.

Armuji juga menyebut, nama Eri Cahyadi telah masuk dalam survei DPP PDIP untuk bursa Pilwali. "Tentunya orang birokrat yang lebih berpengalaman. Eri Cahyadi yang juga masuk di bursa DPP sana, tentu saya akan siap," ungkapnya.

Meski begitu, menurut Armuji, semua keputusan diserahkan sepenuhnya pada mekanisme partai. Dirinya yakin partai akan memilih kader - kadernya yang terbaik. Menurut Armuji, mengikuti kontestasi pileg lebih rumit jika dibandingkan dengan kontestasi di Pilkada. Dengan perolehan 136 ribu suara pada pileg dirinya optimistis mampu memperoleh dukungan yang lebih signifikan saat pilwali nanti. "Dalam pilwali masyarakat lebih mudah menentukan pilihan. Beda dengan pileg yang calonya lebih dari delapan orang dan berbeda -beda partai politik," terangnya.

Dirinya juga siap melanjutkan semua progam - program yang sudah dilakukan oleh Tri Rismaharini dan menerima masukan dari masyarakat dan stake holder, jika dipercaya menjadi wali kota Surabaya pada Pilwali 2020 mendatang.

Image
Eri Fokus Kerja
Sementara itu, Eri Cahyadi mengaku kaget namanya masuk bursa Pilwali Surabaya 2020. Apalagi sampai digandeng Ketua DPRD Surabaya Armudji.

"Saya kaget adanya pemberitaan yang mengkait-kaitkan nama saya maju di Pilkada Surabaya 2020," ujar Eri Cahyadi saat dihubungi wartawan.

Eri mengucapkan terima kasih ternyata masih ada yang memperhatikan dirinya untuk maju di Pilwali Surabaya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada satu pun, baik secara personal maupun lembaga partai yang menghubunginya. "Selama ini saya tidak pernah berhubungan dengan lembaga partai manapun," ungkapnya.

Eri mengaku jika dirinya sedang berkonsentrasi ke pekerjaannya selaku Kepala Bappeko Surabaya soal program investasi pembangunan yang berdampak kepada upaya pengangkatan kemiskinan, yakni terbukanya lapangan kerja dan pelayanan kesehatan. "Program itu yang baru saja saya tanda tangani. Jadi saya tidak pernah sempat berfikir soal yang lain, apalagi soal hasil survei apapun termasuk dari partai," papar dia.

Whisnu Masih Kuat
Di kalangan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Surabaya, mereka masih setia mendukung Whisnu Sakti Buana untuk maju di Pilwali Surabaya 2020. Seperti diungkapkan Ketua PAC PDIP Tambak Sari Surabaya, Tepos dan Ketua PAC PDIP Lakarsantri Surabaya, Eko Cahyono.
Tepos panggilan akrabnya mengatakan PAC Tambaksari akan tetap mendukung Wisnu Sakti, meski tak lagi menjadi Ketua DPC PDIP Surabaya. Ia akan berusaha memperjuangkan Wisnu yang saat ini menjadi Wakil Wali Kota Surabaya untuk mendapat rekomendasi dari DPP PDIP, sehingga bisa maju menjadi Cawali Surabaya. "Ya pasti (mendukung Wisnu Sakti red), tetap mendukung untuk Pilwali. kita berupaya bagaimana caranya Pak Wisnu menjadi Walikota Surabaya dan dapat Rekom," ucapnya kepada Surabaya Pagi, Kamis (25/7/2019)

Upaya PAC PDIP, lanjut dia, dengan cara menjalin komunikasi dengan seluruh PAC PDIP di Surabaya. "Jalin komunikasi dengan teman-teman PAC Se-Surabaya, sering kumpul dan diskusi. Nanti ada proses Rakercabsus penjaringan itu, kita belum melalui itu," katanya.

Walaupun menyatakan kedukungannya terhadap Wisnu, ia tetap patuh kepada DPP PDIP untuk menentukan siapa calon yang akan dimajukan dalam Pilwali Surabaya. " Ya kita kan tunduk pada rekom DPP. Kita kader di bawah harus patuh pada Ketum PDIP (Megawati)," ungkapnya ketika ditanya jika Wisnu tak dapat rekom Megawati.

Hal senada diungkapkan Eko Cahyono. Ia menyampaikan dirinya akan tetap mendukung Wisnu Sakti yang saat ini terpilih menjadi Wakil Ketua Bidang Kehormatan Organisasi DPD PDIP Jatim itu maju di Pilwali Surabaya 2020. "Ya tetap mas," jawabnya.

Apabila Wisnu tak dapat rekomendasi DPP PDIP, Eko mengatakan pihaknya akan menunggu dulu rekomendasi DPP PDIP nanti jatuh ke siapa. "Kita tunggu aja dulu, tunggu rekomnya. Kalau itu tidak bisa ngomong. Karena kita sendiri belum tahu," terangnya.

Tunggu Usai Kongres
Sementara itu, DPC PDIP Surabaya belum membicarakan terkait Pilwali Surabaya 2020. Sebab, DPC belum menerima petunjuk teknis penjaringan Calon Wali Kota yang akan diusung PDI Perjuangan. Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono mengungkapkan setelah Kongres ke-5 PDIP pada 8-11 Agustus di Bali, DPP akan mengeluarkan Peraturan tentang Tata Cara Penjaringan Pilkada Serentak 2020 pada bulan September 2019. “Masih lama. Kongres saja belum kok, biasanya setelah kongres DPP akan keluarkan peraturan tentang tata cara penjaringan pilkada," ucap Awi, sapaan lekatnya kepada Surabaya Pagi, Kamis (25/7) kemarin.

Awi menambahkan DPC PDIP Surabaya mempunyai tugas untuk mengusulkan sosok nama yang nantinya maju di Pilwali Surabaya ke DPP PDIP. Mengenai siapa yang akan direkom, lanjut Awi, itu ranahnya DPP PDIP.

Mengenai beberapa nama yang beredar seperti Wisnu Sakti Buana, Puti Guntur Soekarno, Armuji, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Ipin), Hendro Gunawan (Sekkota Surabaya) serta Eri Cahyadi (Kepala Bapeko Surabaya), Awi mengaku masih belum mengetahui siapa yang berpotensi mendapat rekomen DPP PDIP. "Gak tahu saya," cetus Awi yang dikenal sebagai orangnya Bambang DH ini. n

Berita Populer