BKKK Surabaya Siagakan 75 Nakes dan 6 Ambulans untuk Pantau Kesehatan Jamaah Haji

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Sabtu, 11 Mei 2024 08:07 WIB

BKKK Surabaya Siagakan 75 Nakes dan 6 Ambulans untuk Pantau Kesehatan Jamaah Haji

i

Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan. SP/ AINI

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Embarkasi Surabaya telah melakukan persiapan secara matang untuk menyambut kedatangan calon jamaah haji (CJH) di Asrama Haji serta keberangkatan menuju ke tanah suci.

Kepala Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan, kelengkapan klinik dan kesiapan personil dalam aspek kesehatan menjadi salah satu sorotan.

Baca Juga: Makkah Route: Imigrasi Surabaya Datangkan Langsung Petugas dari Arab Saudi ke Juanda

"Sebagai prioritas utama, setiap jemaah akan diberikan satu tas berisi obat-obatan ringan, vitamin, tempat semprotan isi air, serta obat-obatan mandiri," ujar Rosidi, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (11/05/2024).

Rosidi mengaku bahwa pihaknya akan menerjunkan 75 tenaga kesehatan setiap harinya. Tim tersebut terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan farmasi, sanitarian, dan driver ambulan.

"Kami menyiapkan 6 mobil ambulan yang siaga di asrama. Lalu ada juga tenaga komputer (IT) yang bertugas mengelola data kesehatan jamaah," ungkapnya.

Sementara disisi lain, BBKK Surabaya juga akan melakukan pemeriksaan (screening) kesehatan yang ketat sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Haji Lansia Masih 40 Ribu, Tahun Lalu 36 Meninggal

"Seperti cek tensi, suhu tubuh, kemampuan menghirup oksigen. Sebenarnya sudah ada data kesehatan jamaah dari setiap kabupaten/kota. Mana yang beresiko akan kita lihat secara lebih detail (sebelum berangkat)," kata alumnus UI itu.

Dari pemeriksaan kesehatan tersebut, jamaah yang berisiko tinggi (untuk tidak layak terbang secara kesehatan), nantinya akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

"Khususnya jamaah yang hamil ya. Usia kehamilan di bawah 14 minggu dan di atas 26 minggu itu dilarang untuk terbang, demi keamanan calon bayi dan ibunya," ujarnya.

Baca Juga: Gantikan Ayahnya, Abdul Aziz, Siswa SMK 18 Tahun jadi CJH Termuda di Surabaya

Rosidi mengimbau para calon jamaah haji untuk senantiasa menjaga kesehatan selama beribadah di tanah suci. Salah satunya dengan cara beristirahat yang cukup.

"Kemampuan fisik juga diperhatikan dan makanan juga dijaga. Jangan terlalu diforsir ibadahnya. Ibadah haji itu ibadah fisik. jangan sampai ibadah yang diforsir itu jadi terabaikan kesehatannya," pungkasnya. ain

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU