•   Sabtu, 14 Desember 2019
Kediri

Matangkan Akreditasi 2018, Puluhan Sekolah di Kota Kediri Mendapat Sosialisasi

( words)
Anggota BAN S/M Provinsi Jatim saat mensosialisasikan akreditasi lembaga sekolah. FOTO : SP/DUCHANG


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pelaksanaan akreditasi lembaga sekolah dan madrasah tahun 2018 Kota Kediri kian dekat. Agar pelaksanaan akreditasi berjalan lancar, Dinas Pendidikan Kota Kediri menggelar sosialisasi kepada sejumlah SD/Madrasah dan SMP Negeri/Swasta.

Sosialisasi pembekalan akreditasi dilakukan di Ball Room Hotel Lotus Kota Kediri, Kamis (25/10/2018). Sebanyak 87 lembaga sekolah SD/Madrasah dan SMP Negeri/Swasta menjadi peserta sosialisasi. Pembekalan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi mengatakan, puluhan peserta ini merupakan lembaga sekolah yang dulunya melakukan akreditasi secara manual. "Kita berikan sosialisasi agar kedepan ketika sudah mulai akreditasi lembaga sekolah dengan menggunakan Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasan (SisPenA) secara online, maka sudah siap," ujarnya di kantornya.

Cevy menjelaskan, akreditasi lembaga sekolah dilakukan selama empat tahun sekali. Sehingga sosialisasi tersebut diharapkan ketika sejumlah sekolah yang dulunya melakukan akreditasi dengan sistem manual, maka kedepan sudah siap menggunakan sistem online SisPenA.

"Jangan sampai sekolah tidak ada persiapan. Kami ingin dalam akreditasi ini semua sekolah melakukan akreditasi dengan lancar," imbuh Cevy.

Sementara Anggota BAN S/M Provinsi Jawa Timur, Dr. Ruddy Winarko menjelaskan, terdapat tiga hal yang diperlukan untuk para peserta sosialisasi. Menurutnya, tiga hal itu adalah legalitas lembaga, pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP), dan yang terakhir belajar mengajar.

Selain itu yang perlu dilakukan dalam sosialisasi akreditasi yakni mulai langkah persiapan, dan cara mengisi sistem akreditasi (SisPenA). "Kalau sudah bisa mendapat pembekalan kita harap bisa memperlancar kegiatan akreditasi lembaga," tandasnya.

Dia mengungkapkan, sosialisasi ini juga dijelaskan tata cara mengenal sistem online SisPenA. Dalam sistem online ini lembaga tinggal mengunggah (upload), kemudian akunting dan asesor dapat melihat datanya dari sekolah. Selanjutnya, asesor dapat memasukan data hasil ujian langsung ke SisPenA.

Ada beberapa syarat yang dapat digunakan untuk membuat akreditasi, di dalamnya memiliki surat izin, memiliki siswa atau murid, memiliki data guru dan nonguru, sarana, kemampuan, dan memiliki sarana dan prasarana (Sarpras).

"Semua ini yang dikerjakan sekolah. Kami hanya mengingatkan agar sekolah itu mempunyai proses sesuai yang seharusnya dilakukan. Sehingga pada saat akreditasi tiba, sekolah tidak bingung lembur lembur. Kemudian dapat menghasilkan nilai yang maksimal," katanya.

Lanjut Ruddy, disini kemungkinan sekolah masih kesulitan dalam memenuhi tenaga pendidikan dan sarana prasarana dalam penilaian akreditasi. Sebab disini nilai tenaga pendidikan dan saran prasaran masih terlalu tinggi. "Semua nilai ini tidak gampang, tapi saya yakin di Kota Kediri bisa memenuhi semua. Sebab jauh sebelum akreditasi mulai, di Kota Kediri justru sudah dilakukan sosialisasi agar semua sekolah lancar dalam mengurus akreditasi," pungkasnya. Can

Berita Populer