Polisi Masih Usut Surat Palsu KPK

SURABAYAPAGI, Blitar - Polres Blitar terus melakukan penyelidikan atas kasus beredarnya Surat KPK yang diduga palsu yang di tujukan kepada Bupati Blitar, ketua DPRD Kab.Blitar dan Dinas PUPR. Pengembangan atas kasus tersebut, Polres Blitar telah memeriksa belasan saksi, guna menindak lanjuti laporan pihak pemkab Blitar 16 Oktober lalu.
Menurut Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Burhan SH mewakili Kapolres Blitar Blitar AKBP Anissullah M.Ridho kepada wartawan kemarin (24/10), pihaknya telah memeriksa belasan skasi , baik untuk kasus surat di duga Palsu maupun penyebaran berita bohong melalui akun Medos (FB).
Menurut Iptu Burhan keduanya adalah merupakan rangkaian pelaporan dari Pemda Kabupaten Blitar. ” Kita telah memeriksa sekitar puluhan saksi, termasuk memeriksa Bupati Blitar Riyanto dan Ketua DPRD Kab.Blitar Suwito, dan belasan saksi lainya, kemungkinan masih ada beberapa saksi temasuk saksi ahli.”jelas Iptu Burhan.
Iptu Burhan menyebutkan sejumlah nama yang di periksa sebagai saksi mulai dari kasus dugaan Surat Palsu maupun penyebaran di Akun Medos, yakni Mt atau TR (pemilik akun dengan nama Trigalang Bintang Dewa) YT, ES, dua Oknum LSM, sedang untuk saksi laporan Surat Palsu, selain MT atau TR, juga ada nama HM, ,UM dan YT.
Pemeriksaan saksi untuk kasus penyebaran Akun yang di periksa ada 11 orang, sedang untuk saksi dugaan surat palsu KPk sebanyak 15 saksi,guna penyidikan lanjutan kita telah menyita beberapa barang bukti, yang terkait kasus baik penyebaran akun yang teiri ari 1 keping DVD-Rmerk GT-PRO berkapasitas 47 GB yang berisi akun Face Book dengan user nama MT atau TR dan beberpa alat bukti lainya yang semuanya di sita dari tangan MT atau TR. “Dan 4 amplop yang berlogo Lembaga KPK dan beberapa lembar surat dari dalam 4 amplop, yang di tujukan kepada Bupati, ketua Dewan dan dua surat serupa dari staf Dinas PUPR,” terang Iptu Burhan mendampingi Kasat Reskrim AKP Rifaldy. les