•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi China

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Ini Nasib Bos Hikvision

( words)
Logo Hikvision. SP/th


SURABAYAPAGI.com - Beijing - Diduga melanggar aturan, bos perusahaan kamera pengintai China yang juga masuk kedalam deretan orang terkaya di China tengah diintai oleh regulator sekuritas China. Selain itu, perusahaan itu juga bernasib sama seperti Huawei yang juga dimasukkan ke daftar hitam AS.

Direktur Gong Hongjia dan Hu Yangzhong telah ditetapkan sebagai tersangka. Setelah Komisi Regulator Sekuritas China (CSRC) telah memeriksakan dua anggota dewan direksi yakni Vice Chairman Gong Hongjia dan Presiden Hikvision Hu Yangzhong.

Penyelidikan disebut berpusat pada dugaan pelanggaran oleh keduanya yang terkait dengan pengungkapan informasi. Menurut sumber terkait, masalah ini muncul dari rencana bonus untuk karyawan yang belum diumumkan.

“Proses penyelidikan lebih ditujukan kepada para eksekutif ketimbang perusahaan,” ungkap sumber itu yang identitasnya dirahasiakan.

Dua sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan tuduhan itu berkaitan dengan bagaimana beberapa rincian dari rencana bonus karyawan tidak diumumkan.

Penyelidikan menyangkut "individu anggota dewan yang disebutkan" dan bukan perusahaan, kata juru bicara Hikvision. Dia menolak berkomentar apakah itu terkait dengan rencana bonus.

"Hikvision melakukan kewajiban pengungkapan informasi secara ketat sesuai dengan persyaratan peraturan," kata juru bicara itu.

Komisi Regulator Sekuritas China (CSRC) tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Melihat kondisi Hikvision saat ini, sahamnya menukik tajam. Dikabarkan, Saham Hikvision turun sebanyak 4,5% pada hari Kamis sementara pasar yang lebih luas .SSEC naik 0,3%.

Belum lagi saat ini perusahaan itu harus berjuang dalam bisnisnya setelah pemerintah AS memasukkan perusahaan ini dalam daftar hitamnya karena dituding membantu pemerintah China menindak minoritas Muslim di wilayah Xinjiang.

Sanksi tersebut menyebabkan terputusnya akses Hikvision dari chip-chip produk AS yang dibutuhkan untuk kamera pengintai yang menjadi bisnis perusahaan. Hikvision sendiri telah membantah melakukan kesalahan apa pun.

Bulan lalu, Hikvision memperingatkan bahwa perusahaan mungkin kehilangan pelanggannya di pasar luar negeri akibat dampak daftar hitam AS.

Hal ini menggarisbawahi sejauh mana pembatasan penjualan teknologi Amerika dapat merusak bisnis pengawasan video terbesar di dunia tersebut.

Namun perusahaan mengatakan telah mengantisipasinya dan menimbun cukup banyak elemen penting guna menjaga operasi berjalan selama beberapa waktu. Perusahaan juga mengatakan tidak melihat dampak besar pada bisnisnya sebagai akibat dari larangan itu.

Berita Populer