Seleksi CPNS Jambi diwarnai Isu Adanya Calo

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Jambi - Pemerintah sudah berkali-kali mengingatkan bahwa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bebas dari calo. Tetapi isu tentang calo tetap saja berkembang dikalangan para peserta seleksi CPNS Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jambi. Proses jika ingin mendaftar CPNS pertama harus lolos seleksi adminiatrasi, selanjutnya Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS. Seleksi ini digelar ruang pola kantor Gubernur Jambi pada Senin, 11 September 2017. Seleksi kali ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). "Dengar-dengar ada kabar itu (calo). Tapi saya pasrah saja, usaha semaksimal mungkin. Biar murni, gak pakai calo-caloan," ujar salah seorang pendaftar CPNS Kemenkumham Jambi yang enggan ditulis namanya. Iman mengaku mendengar kabar akan calo CPNS dari tetangganya yang anaknya juga ikut seleksi. Namun, ia tidak yakin mengingat seleksi CPNS kali ini cukup ketat. Apalagi, saat ini sudah menggunakan sistem komputerisasi. "Iya kabarnya sampai ada yang bayar ratusan juta. Tapi dengan seleksi ketat kali ini, saya rasa susah jika main calo. Bisa ketahuan," kata peserta tersebut. Sementara itu, saat membuka seleksi TKD CPNS Kemenkumham Jambi di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara menegaskan tidak ada calo dalam seleksi CPNS tersebut. "Tidak ada calo, semua (proses seleksi) dilakukan dengan akuntabel dan transparansi. Dan kalau anda lolos itu karena kemampuan saudara-saudara," ujar Bambang. Ia menyebutkan, jatah kuota CPNS Kemenkumham Jambi adalah 404 orang. Sementara, jumlah pendaftar mencapai 4.000 orang lebih. Kepala UPT Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Muhammad Andi Hapip menambahkan, tes yang dirancang oleh BKN untuk menjamin transparansi, kecepatan, dan akuntabel. Ia juga mengimbau agar para peserta menjalani proses seleksi tanpa terpengaruh kabar yang menjanjikan kelulusan jika membayar dengan nominal tertentu. Ia menyebutkan, pada seleksi CAT itu disiapkan 150 unit komputer yang tersambung dengan server. Setiap soal sudah diacak, sehingga setiap peserta tidak dapat bekerja sama dan tidak bisa berbuat curang. "Sebab, kami tidak segan-segan mendiskualifikasi peserta," ujar Andi menegaskan.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru