SURABAYAPAGI.com, Gresik - Karena dinilai tidak peduli terhadap kondisi Jalan Harun Tohir, manajemen PT Gresik Jasatama, akan dipanggil DPRD Gresik. Hanya saja, kapan pemanggilan dilakukan, masih dijadwalkan.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib melalui pesan SMS kepada Surabaya Pagi di Gresik.
PT Gresik Jasatama merupakan perusahaan batu bara yang dinilai paling intens menggunakan Jalan Harun Tohir. Akibatnya, jalan milik kabupaten ini jadi rusak parah. Selain pihak manajemen PT Gresik Jasatama yang diagendakan dipanggil, sejumlah perusahaan lain juga turut dipanggil.
"Kita sedang agendakan pemanggilan PT Gresik Jasatama di DPRD. Agenda pemanggilannya berkaitan dengan Jalam Harun Tohir," tulis Nur Qolib dalam pesan SMS-nya.
Kelas Jalan Harun Tohir sebut politisi PPP ini, yakni hanya angkutan yang berkekuatan delapan ton yang boleh melintas. Jika lebih dengan itu, maka tidak boleh. Nah, angkutan batu bara milik perusahaan PT Gresik Jasatama diduga diatas delapan ton. Begitu pula dengan angkutan truk lainnya.
Karena itu, DPRD akan memanggil mereka untuk diminta turut membantu perbaikan jalan tersebut melalui dana CSR masing-masing perusahaan. Dan jika mereka menolak, maka dewan akan merekomendasi ke Pemkab untuk menutup jalan tersebut bagi armada mereka.
"Kalau setelah dipanggil pihak Gresik Jasatama dan perusahaan lain tidak patungan memperbaiki jalan itu, ya kita minta pemda untuk menutup jalan itu. Toh, perusahaan ini tidak ada kontribusinya ke daerah," tegas Nur Qolib.
Selain kerusakan jalan yang diduga ditimbulkan pihak perusahaan batu bara ini. Warga sekitar juga ditengarai terindikasi penyakit ISPA akibat debu batu bara. Menurut dokter Suharto, debu batu bara jauh lebih berbahaya dibanding dengan debu biasa, karena bisa melekat kuat dalam paru-paru.
"Dampaknya bagi kesehatan tidak sekarang langsung dirasakan, tapi nanti setelah 15 hingga 20 tahun," tandasnya. Mis
Editor : Redaksi