SURABAYAPAGI.com, Bangladesh- Seorang pria 25 tahun bernama Shoaib Hossain Jewel menikahi seorang gadis etnis Rohingya berusia 18 tahun bernama Rafiza. Sejak menikah bulan lalu, keduanya langsung melarikan diri dari kota asal Jewel, Singair. Sekarang polisi Bangladesh mencari seorang pria yang diduga telah menentang larangan negara dengan menikahi pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke negara tersebut.
"Kami mendengar dia menikahi seorang wanita Rohingya. Lalu kami mendatangi dia ke rumahnya di desa Charigram, namun kami tidak bisa menemukannya. Orang tuanya pun tidak tahu ke mana keduanya pergi," kata Kepala Polisi Singair, Khandaker Imam Hossain, dilansir dari laman Straits Times, Minggu (8/10).
Semenjak tahun 2014, pemerintah Bangladesh telah memberlakukan larangan pernikahan antara warganya dengan pengungsi Rohingya. Sebabnya, pemerintah mengklaim bahwa komunitas minoritas tersebut menikah dengan warga Bangladesh untuk mendapatkan kewarganegraan.
Tetapi, ayah Jewel yang diinterogasi polisi menyatakan bahwa pernikahan putranya didasari oleh rasa saling cinta, bukan dengan motif untuk memperoleh kewarganegaraan.
"Jika orang Bangladesh bisa menikahi orang Kristen atau orang dari agama lain, apa salahnya perkawinan anak saya dengan seorang muslimah dari Rohingya," ujar Hossain, menirukan kata-kata ayah Jewel.
Berdasarkan penyelidikan, didapat informasi bahwa Jewel merupakan seorang guru madrasah. Jewel bertemu dengan Rafiza yang berlindung di rumah seorang ulama di Singair. Dia pun langsung jatuh cinta kepada Rafiza yang melarikan diri bersama keluarganya dari serangan kekerasan terakhir di Myanmar. hm
Editor : Redaksi