SURABAYAPAGI.com, Jerman- Kecaman dilontarkan kepada Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere dari partai dan sekutu politiknya lantaran dia mengusulkan libur bagi hari besar umat Islam. Meski begitu Maiziere didukung oleh pemimpin Partai Sosial Demokrat, Martin Schulz.
Maiziere mengatakan bahwa, di beberapa negara bagian di Jerman yang mayoritas berpenduduk Katolik sudah ada hari libur keagamaan.
"Di daerah yang banyak warga muslim, mengapa kita tidak bisa berdiskusi untuk menerapkan hari libur yang sama?" tanya de Maiziere dalam sebuah acara partai di Lower Saxony.
Dia juga menambahkan akan segera berdiskusi soal perlunya libur bagi umat muslim.
Saya siap berdiskusi soal apakah kita perlu memberi hari libur untuk hari besar umat Islam," ujar de Maiziere awal pekan ini, seperti dilansir laman Russia Today, Sabtu (14/10).
Atas usulan yang dilontarkan sang menteri itu menuai beberapa kecaman dari sejumlah pejabat partainya, Serikat Sosial Kristen (CSU).
"Warisan Kristen kami tidak bisa diganggu gugat," ujar Alexander Dobrindt, ketua faksi CSU di parlemen menanggapi usulan de Maiziere.
Wakil Ketua CSU Manfred Weber mengatakan hari libur semacam itu tidak bisa diterapkan hanya kepada komunitas tertentu. Namun pernyataan itu disanggah oleh Kepala Dewan Pusat Muslim Jerman Aiman Mazyek bahwa, adanya hari libur bagi umat Islam bisa mempererat dan pembauran wagra muslim dengan masyarakat Jerman. (hm/mrd)
Editor : Redaksi