Muslim Bakal Kehilangan Makkah

surabayapagi.com
Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menjadi salah satu orang paling vokal dalam mengkritik keputusan kontroversial Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden Turki juga telah mengecam negara-negara lain karena lemahnya respons dalam menanggapi langkah Amerika Serikat (AS) tersebut. ANKARA, Ahmed Mustofa. Erdogan menyatakan, umat Muslim akan kehilangan Makkah, dan kota suci lainnya, jika tidak bisa mempertahankan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. Erdogan menegaskan, dunia harus bisa membuat AS membatalkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. "Jika kita kehilangan Yerusalem, maka kita tidak akan bisa melindungi Medina. Jika kita kehilangan Medina - kita akan kehilangan Makkah, dan Ka'bah," kata Erdogan, seperti dilansir Russia Today. Kemarin, Erdogan mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membatalkan keputusan Trump. Erdogan bahkan berjanji, jika DK PBB gagal bertindak atas masalah ini, Turki akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan dalam kerangka hukum untuk melawan pengakuan AS itu. "Jika DK PBB tidak mau, kami akan mendekati otoritas terkait yang memiliki kerangka hukum. Turki tidak akan berhenti membela Palestina, atau Yerusalem hanya karena Israel menginginkannya," ucapnya. "Seperti seabad yang lalu, dunia Islam menghadapi upaya untuk membentuknya kembali melalui darah, air mata, dan perselisihan antar saudara,. Orang-orang di dunia Islam harus bersiap menghadapi serangan yang mencoba menjatuhkan umat Islam dari dalam," tukasnya. 06

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru