Cegah PHK Massal, Pemkot Madiun Borong Produk UMKM

surabayapagi.com
Wali Kota Madiun Maidi, menunjukkan salah satu produk UMKM lokal yang dibeli Pemkot Madiun untuk diberikan kepada warga terdampak Covid-19. SP/ KMP

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pandemi virus corona penyebab Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha di Indonesia menerima pukulan berat. Sebagian besar pukulan itu harus dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah ( UMKM).

Kelompok ini harus berjuang keras untuk tetap bisa bertahan meskipun bisnisnya terhambat atau justru mengalami kerugian.

Baca juga: Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Pemerintah mencoba hadir dan membantu memberi dukungan bagi masyarakat dan UMKM melalui kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun akan membeli atau memborong ratusan produk Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) yang ada di Kota Madiun.

Adapun beberapa produk yang dimaksud adalah sambal pecel, abon, tempe, kecap, dan telur asin. Bagi Maidi, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mencegah kolaps dan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Dukung Produktivitas Petani, Pemkot Madiun Salurkan Puluhan Ribu Kilogram Bantuan Pupuk

“Bulan lalu ada UMKM yang merumahkan karyawannya. Kemudian saya minta karyawan tersebut dipekerjakan kembali karena kami akan membeli produk-produk UMKM-nya,” kata Maidi, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Nantinya, produk-produk tersebut akan digabungkan dengan paket sembako serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pusat maupun daerah, untuk diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

“Jadi di tengah wabah ini pelaku UMKM tetap bisa eksis dengan menjalankan aktivitas produksi, dan bisa menggaji karyawannya,” kata Maidi.

Dengan upaya tersebut, diharapkan perekonomian tetap bergerak, para pelaku UMKM tidak merumahkan para pekerjanya, dan bantuan bagi masyarakat tetap tersalurkan. (kmp/cr-01/dsy)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru