SURABAYAPAGI, Surabaya - Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengingatkan agar tidak ada penyelewenangan bantuan dan fasilitas Pemkot Surabaya untuk kepentingan Pilkada.
Whisnu menjelaskan, bantuan maupun fasilitas stimulant dari Pemerintah Kota hanya difokuskan dalam percepatan penanganan Corona.
Baca juga: Atasi Macet dan Genangan, Pemkot Tata Aktivitas Perdagangan di Jalan Pucang Anom Surabaya
“Tolong, jangan sampai apa yang kami (Pemkot Surabaya) berikan ke warga, ditempeli atau ditumpangi apapun terkait Pilkada. Jangan. Itu fasilitas negara untuk warga Surabaya, bukan untuk saya pribadi,” kata Whisnu yang juga Wakil Walikota Surabaya, Senin (13/7).
Meski dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020, juga digadang-gadang menggantikan Tri Rismaharini, namun WS – sapaan Whisnu Sakti Buana – tidak mau posisinya dinilai memanfaatkan jabatan negara untuk kepentingan pribadi.”Jangan. Karena jabatan ini amanah yang harus dijalankan,”terang dia.
Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Pemkot Surabaya Target Saluran Air dan Rumah Pompa Rampung November
Untuk mengurangi adanya fitnah kepada dirinya dan Pemkot Surabaya, ia berpesan kepada para relawan covid-19 Pemkot Surabaya, untuk mendokumentasikan jika ada oknum yang mengatasnamakan Pemkot memberikan bantuan, dan menungganginya dengan urusan Pilkada Surabaya.
Alumnus ITS Surabaya ini menerangkan, dalam waktu menjelang Pilwali Surabaya 2020 disinyalir ada dugaan penyalahgunaan fasilitas negara.
Baca juga: Pemkot Surabaya Pastikan Pengelolaan Limbah B3 RSUD EC Sesuai Prosedur
Ia menegaskan, jika terdapat temuan dilapangan diminta untuk penyelesaian secara persuasive dan tidak membuat gaduh.”Dokumentasikan saja dan laporkan ke Kami. Kapan dan dimana wilayahnya,” pungkas WS. Alq
Editor : Mariana Setiawati