SURABAYAPAGI, Surabaya - Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengingatkan agar tidak ada penyelewenangan bantuan dan fasilitas Pemkot Surabaya untuk kepentingan Pilkada.
Whisnu menjelaskan, bantuan maupun fasilitas stimulant dari Pemerintah Kota hanya difokuskan dalam percepatan penanganan Corona.
Baca juga: Kebersihan TPS Jadi Prioritas, Pemkot Surabaya Minta Volume ngbin Dihitung Lebih Presisi
“Tolong, jangan sampai apa yang kami (Pemkot Surabaya) berikan ke warga, ditempeli atau ditumpangi apapun terkait Pilkada. Jangan. Itu fasilitas negara untuk warga Surabaya, bukan untuk saya pribadi,” kata Whisnu yang juga Wakil Walikota Surabaya, Senin (13/7).
Meski dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020, juga digadang-gadang menggantikan Tri Rismaharini, namun WS – sapaan Whisnu Sakti Buana – tidak mau posisinya dinilai memanfaatkan jabatan negara untuk kepentingan pribadi.”Jangan. Karena jabatan ini amanah yang harus dijalankan,”terang dia.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, Pemkot Surabaya: 189 Stan Disiapkan Lebih Tertata dan Berdaya Saing
Untuk mengurangi adanya fitnah kepada dirinya dan Pemkot Surabaya, ia berpesan kepada para relawan covid-19 Pemkot Surabaya, untuk mendokumentasikan jika ada oknum yang mengatasnamakan Pemkot memberikan bantuan, dan menungganginya dengan urusan Pilkada Surabaya.
Alumnus ITS Surabaya ini menerangkan, dalam waktu menjelang Pilwali Surabaya 2020 disinyalir ada dugaan penyalahgunaan fasilitas negara.
Ia menegaskan, jika terdapat temuan dilapangan diminta untuk penyelesaian secara persuasive dan tidak membuat gaduh.”Dokumentasikan saja dan laporkan ke Kami. Kapan dan dimana wilayahnya,” pungkas WS. Alq
Editor : Mariana Setiawati