SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Setelah diberitakan sebelumnya, Pemerintahan Desa (Pemdes) Talango Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, tetap memilih bungkam dan tidak merespon. Bahkan surabayapagi telah mencoba untuk mengkonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, namun pihaknya hanya sekedar membacanya dan tak memberikan tanggapan terkait tudingan warga.
Salah satu warga Desa Talango yang tak mau disebutkan namanya semakin tertantang dengan diamnya kepala Desa Talango yang memilih bungkam dan tak memberikan pernyataan klarifikasi kepada Media.
Baca juga: Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Program dan Inovasi Pembangunan Sumenep
Pihaknya berinisiatif untuk melaporkan pekerjaan tersebut ke Inspektorat Kab. Sumenep, terkait pengawasan pekerjaan DD yang bersumber dari Dana Desa dengan paku Anggaran 34.242.321 di tahun 2019 tersebut.
Baca juga: Bupati Sumenep Perhatikan Nasib Petani Tembakau, BPP 2026 Diminta Jadi Acuan Harga
“Saya akan usut terus pekerjaan Paving pada tahun 2019 di Dusun Sakolaan II Desa Talango Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Pada prasasti tertulis volume 1,3 x 105 m, namun faktanya hanya100 x 130 cm dan panjangnya hanya 93 m," ujarnya kepada Surabaya Pagi (29/07).
“Masyarakat adalah sebagai kontrol pengawasan di desa, jadi pekerjaan yang dinilai tidak benar harus dilaporkan kepada Pemerintah, karena pekerjaannya menggunakan dana yang dianggarkan oleh pemerintah, baik dana yang bersumber dari APBN maupun APBD. Selain itu, setiap pengguna anggaran yang tidak benar, harus diberi sanksi secara hukum, masalah undang-undang saya kurang paham Mas, saya hanya menjalankan apa yang saya tahu,” imbuhnya.
Baca juga: Kades Alas Malang Pelopori Pertanian Modern Bersama Mahasiswa KKN UNIB di Pulau Raas Sumenep
Menurutnya, Kepala Desa diam karena melawan masyarakatnya sendiri. Bahkan, temuan mengenai pekerjaan paving tersebut sudah tiga kali diukur ulang. “Dan banyak lagi pekerjaannya yang juga dinilai tidak benar, kita bongkar satu-satu saja dulu,” pungkasnya.ar
Editor : Redaksi