Covid, Tak Surutkan Warga Tepi Bengawan Solo Berburu Ikan Mabuk

surabayapagi.com
Caption: Warga berlomba-lomba menangkap ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo. SP/MUHAJIRIN KASRUN 

SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih menjadi bayang-bayang masyarakat, namun kondisi demikian tak menyurutkan ratusan warga di Desa Durikulon Kecamatan Laren Lamongan, beberapa hari ini berburu ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo, seiring dengan kondisi air yang berganti dari jernih ke keruh kecoklatan menyusul hujan yang terjadi beberapa hari ini.

Karuan saja, aksi tangkap ikan yang oleh warga setempat dinamakan "ngumbo" disambut riang gembira oleh warga, karena aksi tangkap ikan mabuk ini hanya bisa dilakukan setahun sekali pergantian musim dari kemarau ke hujan, dan tradisi ini sudah berjalan puluhan tahun lamanya.

Baca juga: Timer Traffic Light Hanya 10 Detik, Picu Kemacetan Parah di Perempatan Pasar Sidoharjo

"Sangat senang sekali mas, apalagi ikan ngumbo (istilah masyarakat Lamongan menyebutnya) itu hanya terjadi sekali dalam setahun, tak nikmati ini mas," kata Tupa kepada kepada sejumlah wartawan.

Dalam menangkap ikan ini kata Tupa ia dan teman-teman nya tidak merasa kesulitan dan tak perlu susah payah membawa alat tangkap ikan, seperti jala, jaring atau lainnya. Warga cukup menangkap ikan tersebut dengan tangan kosong. 

IMG-20201103-WA0024

Baca juga: Disbudporapar Lamongan Siap Teliti Gapura Arkeologis, dan Usulkan Kawasan Makam Mayang Madu Menjadi Cagar Budaya

Namun jika ingin mendapatkan tangkapan ikan yang lebih banyak mereka pun menggunakan alat tersebut. "Mudah sekali kok mas menangkap ikannya. Kita tinggal turun ke sungai dan mencarinya menggunakan tangan," jelasnya.

Ikan hasil tangkapan itu, biasanya oleh warga sekitar akan dijadikan sebagai lauk pauk saja. Namun jika tangkapan ikan mereka memperoleh banyak akan dijual dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. "Karena di sepanjang sungai Bengawan Solo ini orang-orangnya pada mengambil ikan semua, maka harga jual ikan pun terbilang murah, tapi lumayan meskipun hasilnya tidak seberapa tapi hal ini lumayan bisa 

Baca juga: Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Namun tahun ini, tangkapan ikan yang tidak sebanyak tahun sebelumnya, hal itu disebabkan karena perubahan warna air sungai tidak begitu keruh. Meski demikian pihaknya tetap senang dengan adanya kegiatan tersebut. "Lumayan mas bisa dibuat hiburan, apalagi di masa pandemik COVID-19 saat ini,"pungkas pria yang bertubuh jangkung itu.jir

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru