Ratusan Pekerja Seni SEC Disuntik Vaksin Dosis Pertama

surabayapagi.com
Vaksinasi terhadap para pekerja seni SEC di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (29/3/2021). SP/Julian

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah terus kebut vaksinasi covid-19, mengingat pandemi masih terjadi hingga saat ini.  Demi mengejar target vaksinasi bisa rampung pada akhir tahun 2021, ratusan pekerja seni di Surabaya disuntik vaksin Sinovac.

Sebanyak 150 pekerja seni yang tergabung dalam Surabaya Entertainment Club (SEC) divaksin dosis pertama di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (29/3/2021). 

Baca juga: Macetnya Surabaya, tak Separah Bandung dan Jakarta

Vaksinasi berlangsung di Ruang Rapat Binaloka Adhikara dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Wakil Ketua Surabaya Entertainment Club (SEC) FX Fransiscus Xaverius Boy mengungkapkan, giat vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Indah Kurnia dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah.

"Pada hari ini pekerja seni di bawah naungan SEC mendapat kesempatan untuk vaksin pertama yang dikelola di kantor gubernur jadi yang hadir ini semua musisi penyanyi dan lain-lain," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Boy mengapresiasi kemudahan fasilitasi vaksinasi atau prioritas kepada pekerja seni.

"Karena pekerja seni ini salah satu yang terdampak pekerjaannya tutup dan sebagainya," jelasnya. 

Dia berharap setelah vaksin dosis pertama dan kedua nanti, para pekerja seni SEC lebih percaya diri sehingga bisa beraktivitas. Selanjutnya vaksinasi menyasar komunitas lainnya. Mengingat aktivitas kesenian saat ini baru merangkak kembali karena pandemi. 

"Semoga nanti semua menjadi normal terjadi bergerak lagi," kata Boy. 

Pada kesempatan berbeda, Ketua SEC Indah Kurnia mengatakan, vaksinasi terhadap 150 pekerja seni yang tergabung di dalam SEC adalah inisiasi murni darinya. 

Baca juga: Potensi Besar Dongkrak PAD, Pengelolaan Wisata Kebun Raya Mangrove Masih Setengah Hati

Hal itu ia utarakan kepada Gubernur Khofifah saat pertemuan sarasehan tentang industri halal bersama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di JW Marriot pada tanggal 26 Maret 2021.

"Beliau (gubernur) langsung menyambut dengan positif," jelas Indah yang juga anggota Komisi XI DPR RI. 

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa memang selain tenaga kesehatan kemudian public worker atau orang yang bekerja di tengah publik untuk memberikan layanan, bank teller juga perlu memperoleh vaksin.

Vaksinasi merupakan upaya menekan penyebaran Covid-19 agar ekonomi tidak semakin terkontraksi akibat pembatasan aktivitas. Salah satunya adalah melakukan vaksinasi secara massif kepada mereka mereka yang dianggap aktif melakukan interaksi dengan masyarakat.

"Salah satunya adalah para pekerja seni yang memang tidak masuk tergolong usia lanjut," jelas Indah. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Rehabilitasi SMANOR Sidoarjo, Perkuat Pembinaan Atlet Jatim

Indah berharap dengan adanya vaksinasi ini penyebaran Covid di Jawa Timur khususnya Surabaya akan semakin terkendali.

Termasuk upaya menghadapi pasca  pandemi dengan kehidupan normal. Boleh beraktivitas namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

"Kami boleh tetap beraktivitas produktif tetapi dengan tetap menjaga 3 M seperti yang selama ini sudah kita laksanakan dengan kesadaran penuh, tanpa harus dipaksa-paksa. Karena kita tahu betapa bahayanya Covid dan bisa menyerang siapa saja tanpa kita sadari dari mana penularan itu bisa terjadi," paparnya. 

Maka, jelas Indah, vaksin merupakan gain changer yang bisa membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia di dalam menghadapi pandemi Covid-19. jul

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru