SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, permintaan kue keranjang di Kota Surabaya mengalami peningkatan signifikan.
Di Surabaya menjadi pengalaman istimewa karena kota ini memiliki banyak kelenteng bersejarah yang kaya nilai budaya dan spiritual.
Selain menjadi pusat sembahyang umat Tri Dharma, kelenteng-kelenteng tersebut juga menawarkan daya tarik arsitektur khas Tionghoa yang Instagramable dan sarat makna.
Suasana lampion merah, aroma dupa, dan pertunjukan barongsai semakin memperkuat nuansa Imlek di berbagai kawasan Pecinan Surabaya
Bangunan ikonik di Klenteng Sanggar Agung Surabaya yang langsung menghadap ke laut lepas, Kamis (12/2/2026).
Selain menjadi pusat sembahyang umat Tri Dharma, kelenteng-kelenteng tersebut juga menawarkan daya tarik arsitektur khas Tionghoa yang Instagramable dan sarat makna.
Mulai Minggu ini, suasana lampion merah, aroma dupa, dan pertunjukan barongsai semakin memperkuat nuansa Imlek di berbagai kawasan Pecinan Surabaya.
Tak hanya wisata religi, mengunjungi kelenteng saat Imlek juga menjadi cara menarik untuk mengenal sejarah komunitas Tionghoa di Kota Pahlawan.
Pertahankan Arsitektur Klasik
Kelenteng Hong Tiek Hian dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Surabaya yang berdiri sejak abad ke-13.
Terletak di kawasan Pecinan, Kelenteng Hong Tiek Hian memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi perkembangan komunitas Tionghoa di Surabaya.
Bangunan kelenteng masih mempertahankan arsitektur klasik dengan ornamen naga, altar tradisional, dan suasana yang sakral.
Saat Imlek, Kelenteng Hong Tiek Hian, di Jalan Dukuh Nomor 23, Nyamplungan, Pabean Cantikan, ramai dikunjungi umat untuk berdoa memohon keberuntungan dan keselamatan di tahun yang baru.
Kue Keranjang
Menjelang perayaan Imlek, sejumlah dapur produksi kue keranjang di Surabaya mulai disibukkan dengan peningkatan aktivitas produksi. Para pekerja mulai bekerja sejak pagi hingga larut malam demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan.
Salah satu produsen kue keanjang rumahan di Jalan Kalidami, Surabaya, Kue Keranjang Kie Lidyana, telah meningkatkan produksi sejak awal tahun. Lidyana, generasi kedua pengel
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, mengalami peningkatan signifikan. Kue tradisional yang menjadi simbol keberuntungan dan persatuan keluarga ini selalu diburu masyarakat setiap tahunnya.
Dalam kepercayaan Tionghoa, kue keranjang melambangkan harapan peningkatan rezeki, kemakmuran, dan kebahagiaan yang lebih baik setiap tahunnya.
Salah satunya usaha kue keranjang di Jalan Kalidami IX No. 9, Surabaya, milik Tjik Lidyana. Dia mengaku bahwa pesanan kue keranjang terus meningkat jelang Imlek pada 17 Februari 2026.
Lidyana mengatakan, orderan kue keranjang yang masuk biasanya sampai ke luar pulau.
Lidyana pun memperkirakan jumlah pesanan akan semakin meningkat mendekati hari Imlek. “Kalau sudah agak dekat Imlek biasanya jauh lebih ramai lagi,” ujarnya. n sb1/ad/rmc
Editor : Moch Ilham