Peduli Petani, DPRD Lamongan Gelar RDP, Respon Anjloknya Harga Gabah

surabayapagi.com
Suasana RDP dewan, Bulog dan Mitra dan Kepala OPD terkait. SP/MUHAJIRIN KASRUN

 

Stabilkan Harga Gabah, Dewan Minta Bulog Serap Gabah Petani Secara Maksimal

Baca juga: Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Respon cepat ditunjukan oleh DPRD Lamongan menanggapi anjloknya harga gabah saat petani tengah panen raya. Bahkan selain melakukan sidak ke lapangan mendengarkan keluhan petani, para wakil rakyat ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengundang Subdrive III Bulog Bojonegoro, Instansi terkait dan mitra Bulog di kota Soto.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan oleh Komisi B berjalan cukup menarik. Seluruh anggota Komisi B menyampaikan pandangan nya dan koreksi atas kinerja Bulog yang selama ini masih dianggap tidak maksimal dalam membantu petani dalam hal ini penyerapan gabah.

Baca juga: Buntut Penyebutan Sunan Drajat Seolah Sunan Mayang Madu, Dinas Terkait Diminta Meluruskan Sejarah

Bahkan Komisi B berpendapat, masih tidak ada langkah konkret yang dilakukan oleh Bulog dalam  menyikapi harga gabah anjlok. Bulog dianggap tidak bisa menyelesaikan problem yang dialami oleh petani hampir setiap tahun, saat petani lagi panen raya. 

"Petani di Lamongan terus menjerit seiring dengan harga gabah yang masih anjlok disaat petani tengah panen raya. Namun hingga saat ini masih belum ada langkah konkret dari Bulog untuk menyerap harga gabah sehingga harga bisa stabil," kata Ansori Sekretaris Komisi B saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bulog, Mitra Bulog dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang Komisi B DPRD Lamongan, Senin (15/3/2021) lalu.

Disebutkan olehnya, harga gabah yang anjlok seperti ini semestinya sudah bisa diantisipasi jauh-jauh dengan cara melakukan langkah kongkrit menyerap harga gabah, untuk memotong rantai tengkulak dan mafia yang selama ini ditenggarai membikin harga gabah dan beras menjadi rusak.

Baca juga: Korban Bencana Tanah Longsor di Jawa Barat, Salah Satunya Ada Prajurit AL Asal Lamongan

"Dari hasil keterangan yang disampaikan pihak Bulog, bisa saya simpulkan kalau mereka tidak siap mengantisipasi keterkaitan anjloknya harga gabah," kata politisi asal Partai Gerindra ini menegaskan.

Dewan juga menyoroti tidak adanya upaya keseragaman harga yang dilakukan oleh Mitra Bulog untuk membeli harga gabah milik petani, sehingga harga pada saat panen selalu anjlok, kalaupun pihak mitra membeli juga harganya masih jauh yang diharapkan. "Dewan minta kepada Mitra Bulog juga untuk membuat standar harga pembelian dari petani. Kalau tidak ada standar harga Kan sama aja bohong," ungkapnya.

Selama ini lanjut Anshori, harga gabah kering sawah dibeli para tengkulak di kisaran harga 3600 hingga 3800. "Padahal kalau melihat gabah di Lamongan semestinya bisa sampai 4000 an perkilo, karena petani panen sudah menggunakan mesin Kombi," jelasnya. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru