Mitra Bulog Minta Terapkan Standar Kualitas Gabah Seperti Tahun 2020

surabayapagi.com
Suasana RDP dewan, Bulog dan Mitra dan Kepala OPD terkait. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sholihin salah satu Mitra Bulog menyebutkan, kalau mitra selalu tidak keberatan kalau membeli gabah petani, asal pihak Bulog tidak menerapkan standar SNI seperti yang telah digembor-gemborkan selama ini, karena gabah di Lamongan masih belum bisa memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Bulog.

"Saya meminta Bulog untuk tidak serta merta menerapkan apa yang telah distandarkan. Kalau memakai SNI jelas kami di lapangan kesulitan, karena itu khusus untuk Lamongan standarnya supaya diturunkan, karena Lamongan adalah surplus gabah dan beras," pintanya.

Baca juga: Sukseskan Muktamar, PCNU Lamongan Siapkan 85 Titik WiFi Gratis

Ia berharap, pemerintah untuk mengembalikan standar gabah yang bisa diserap oleh Bulog pada tahun 2020. Di tahun itu secara otomatis gabah milik petani Lamongan rata-rata memenuhi, sehingga gabah bisa terserap dan harga pun bisa dipastikan stabil.

Baca juga: Semakin Meriah, 126 Regu Gerak Jalan SMP-SMA Ramaikan Agustusan di Lamongan

Kalau hal itu tidak diterapkan lanjutnya, maka jangan berharap gabah petani di Lamongan bisa terserap maksimal, dan mitra Bulog tentu membeli harganya sesuai dengan harga pasar saat ini. "Kalau kualitasnya bagus dan panennya menggunakan mesin Kombi tentu kami akan membelinya dengan harga sepantasnya yang berlaku saat itu," terangnya. jir

Baca juga: Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Ke-81 RI di Lamongan Berjalan Khidmat, Disertai Pemberian Tali Asih ke Veteran

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru