8 Jembatan Rusak dan Putus
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
SURABAYAPAGI, Magetan – Banjir yang menerjang pada pertengahan Bulan Maret 2021 lalu di Magetan membuat sedikitnya 8 jembatan rusak hingga putus. Bupati Magetan, Suprawoto mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 15 miliar rupiah. Kerugian tersebut dihitung dari kerugian pokok infrastruktur saja.
”Kerugiannya untuk mengembalikan pokok infrastruktur saja Rp 15 miliar. Mudah mudahan bisa dibantu,” ujarnya, Senin (5/4/2021).
Dia menjelaskan bahwa, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan pertengahan Maret lalu membuat 4 jembatan ambrol, 2 jembatan gantung putus dan 2 jembatan lainnya mengalami kerusakan. Dari 8 jembatan yang mengalami kerusakan baru 1 jembatan yang di perbaiki.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
“Yang Ngunut 85 persen, kalau Bogem masoh dalam perencanaan baru lelang,” katanya.
Sebelumnya Menteri Sosial Tri Rismaharini melihat angsung jembatan Ngunut yang beberapa waktu lalu terputus karena diterjang banjir. Untuk mengurangi dampak lebih lanjut dari banjir dan putusnya jembatan, Mensos menyarankan agar tebing sungai diperkuat dengan bronjong.
"Tadi saya sarankan menggunakan bronjong yang bisa mengurangi gesekan tanah, daripada menggunakan site pile. Bronjong itu mengikuti struktur tanah. Karena struktur tanahnya lemah sehingga tergerus air," katanya di lokasi jembatan putus
Baca juga: Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai di 4 Lokasi Berbeda
Banjir di Kabupaten Magetan terjadi pada Selasa, 16 Maret 2021 lalu karena hujan deras dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan Sungai Beringin meluap menyebabkan 131 rumah di 9 desa 4 kecamatan terendam banjir.
Sejumlah dapur dan kandang ternak milik warga hanyut terseret banjir. Banjir juga menyebabkan 8 jembatan mengalami kerusakan berat hingga putus dan teseret banjir.na
Editor : Mariana Setiawati