SURABAYAPAGI.COM -Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai di Deka Hotel Surabaya, Jumat (30/4/2021) petang.
Acara ini merupakan kerja sama antara Lumbung Pelita Indonesia, Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia dan Bank Indonesia. Giat diikuti pelaku UMKM dan milenial Surabaya. Indah menuturkan,
Baca juga: Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak
Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai transaksi cashless sangat bermanfaat sebagai proses transaksi keuangan dan pengembangan usaha UMKM.
"Maka, budaya cashless harus semakin ditingkatkan untuk kemudahan, kecepatan, kemurahan biaya, keamanan dan kehandalan," terang Indah.
Sebab, jelasnya, budaya cashless adalah keniscayaan pada era digitalisasi.
"Dan di masa pandemi ini sangat cocok sehingga menghindari pegang uang tunai yang kemungkinan virus bisa berpindah," tandasnya.
Baca juga: Viral! Belasan IRT Surabaya Tertipu PO Sembako Fiktif, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar
Saat ini, lanjut Indah, pemerintah melalui Bank Indonesia menargetkan 12 juta merchant QRIS. Sedangkan untuk Jatim sendiri ditargetkan 1,4 juta.
Dari angka tersebut, target nasional telah tercapai 50 persen atau sekitar 6 juta merchant.
"Jadi kita mengharapkan merchant-merchant itu mulai sadar bahwa dengan QRIS semakin mudah mendapatkan order," tambah Indah.
Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik Imbas Konfilik Geopolitik, Perajin Tempe di Surabaya Pilih Perkecil Ukuran
Salah satu merchant yang hadir dalam acara tersebut adalah Erwin Soedradjat. Ia merupakan pemilik Coffee Cangkir, Jalan Batanghari, Wisma Tropodo.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin bersama Indah Kurnia juga mempraktikkan cara transaksi menggunakan QRIS.
Selain Indah Kurnia, turut hadir pula, Kepala Divisi KPW Bank Indonesia Jawa Timur Rini Mustikaningsih, Staff BCA Darmo, Diah dan Asisten Manajer KPW BI Jatim Thalita Salsabila sebagai narasumber. (By)
Editor : Redaksi