SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kondisi Jembatan Junjung yang patah sejak Desember 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, telah mengalokasikan anggaran Rp7,2 miliar untuk melakukan upaya pemulihan akses infrastruktur warga tersebut. Dan untuk proyek pembangunan jembatan tersebut akan dimulai pada April 2026 setelah proses lelang selesai.
"Pemenang proyek sudah ada, saat ini tinggal tahap kontrak kerja. Pengerjaan fisik mulai April," ujar Pelaksana tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Ahmad Rifai Sodik, Minggu (12/04/2026).
Sedangkan untuk pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu tujuh bulan atau sebelum November 2026, dengan harapan dapat dipercepat agar akses masyarakat segera normal. Saat proses pembangunan nanti, konstruksi jembatan akan diubah menggunakan sistem balok gerber tanpa pilar tengah guna meningkatkan ketahanan terhadap banjir.
Lebih lanjut, menurutnya, desain tersebut dipilih untuk mengantisipasi kerusakan akibat material bawaan arus sungai seperti kayu dan enceng gondok yang sebelumnya menjadi penyebab utama rusaknya jembatan. Sehingga, dengan konstruksi tanpa pilar tengah, risiko tersangkut material saat banjir bisa diminimalkan.
Bahkan, untuk mendukung realisasi infrastruktur untuk warga tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp7,2 miliar dari APBD. Diharapkan, dengan adanya pembangunan ulang ini, mobilitas warga kembali lancar tanpa harus memutar akibat putusnya akses jembatan. tl-01/dsy
Editor : Redaksi