SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Koalisi Seniman Surabaya menuntut pembongkaran konspirasi dan indikasi penyimpangan anggaran oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Perfomance yang dilakukan para seniman tersebut mengusung tema Surabaya Gugat dengan mengirim parsel sampah plastik di pagar, sebagai bentuk protes kinerja Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang baru, Sinarto.
Baca juga: Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia
Seniman menganggap, Kepala Dinas di era kepemimpinan Gubernur Khofifah tersebut melecehkan seniman dan budayawan Surabaya karena memposisikan sebagai kaum dhuafa atau pengemis yang cukup disantuni dengan uang senilai bantuan pada fakir miskin dan sembako ala kadarnya, Minggu (9/5/2021).
Baca juga: Bikin Viral, Desain Rumah 2 Lantai Setipis Tisu Tak Lazim di Tengah Kota Surabaya
Koordinator Aksi Surabaya Menggugat, Slamet Gaprak mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya para seniman dan budayawan mendapat tempat terhormat bersama Gubernur Jawa Timur.
Baca juga: Tetap Hidup Bersama Panasnya Surabaya, Kisah Teknisi AC Berjuang di Tengah Kondisi Ekonomi Sekarang
Atas rekomendasi Dewan Kesenian Kota Surabaya, para Seniman juga mendapatkan tali asih yang anggarkan dalam APBD. Hal itu sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Gubernur atas dedikasi dan prestasi serta kontribusi dalam pemajuan Jawa Timur. Pa
Editor : Redaksi