SURABAYAPAGI.com, Blitar - Merawat ikan koi menjadi kegiatannya untuk melepas penat dari pekerjaan. Seiring berjalannya waktu, banyak yang tertarik dengan kontes ikan koi. Salah satunya, M. Fahmi Aulia yang memiliki segudang prestasi yang berhasil diraih tak membuat bingung dalam membudidayakan ikan koi untuk kontes dalam hal perawatan.
Fahmi itu mengaku mulai tertarik dengan ikan koi saat dirinya diminta seorang klien untuk dibuatkan kolam ikan koi di rumah. Meski awam, dia harus tetap profesional dalam melakukan pekerjaannya. Untuk itu, dirinya mulai mempelajari seluk beluk bangunan khusus untuk kolam ikan koi.
Baca juga: Warga Desa Tambakrejo Blitar di Temukan Tewas Tenggelam saat Memancing di Laut
"Awal mula tertarik dengan koi itu justru karena kerjaan mengharuskan saya tahu banyak dengan kebutuhan perawatan ikan koi. Dari situ saya mulai beli ikan koi untuk dipelihara," ungkapnya, Minggu (23/5/2021).
Membawa pulang piagam pertama melalui koi kontes membuat Fahmi termotivasi. Dia makin bersemangat melirik dunia koi. Alhasil, hampir setiap waktu senggangnya digunakan berburu ikan koi untuk diikutkan kontes. Bahkan tak sedikit pendapatannya disisihkan untuk menyalurkan hobinya itu.
"Awal-awal ya kaget dengan harga koi kontes yang cukup tinggi. Tapi kelamaan ya biasa karena memang ikannya ada kelebihan," tuturnya.
Baca juga: Pria di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu
Fahmi mengakui memang harus merogoh kantong cukup dalam untuk merawat ikan koi kontes miliknya. Tak main-main, sekitar Rp 10 juta dipakai untuk membeli pakan ikan per bulannya. Katanya, setiap ikan koi miliknya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga tak bisa sembarangan memilih pakan. Seperti misalnya, ikan koi dengan warna merah kurang pekat akan diberi pakan khusus agar warnanya lebih menarik.
"Kalau untuk biaya listrik ya hampir sekitar dua juta per bulan karena memang listrik itu penting untuk pelihara ikan. Ini saya juga sedia genset karena sering ada pemadaman listrik," bebernya.
Baca juga: Palang Pintu Rel KA JPL 206 KM 128 Ditutup, Pasca Benturan KA dan Motor
Kendati harus ekstra dalam melakukan budi daya ikan koi kontes, Fahmi tak kapok. Sebab, dengan berhasil membuat ikan koi kualitas super, kerap mengantarkannya membawa segudang prestasi pada kontes ikan koi. Tak jarang ikan koi miliknya menyabet juara pada ajang kontes ikan koi tingkat nasional.
"Yang paling berkesan ya pas kontes koi se-Asia tahun 2018 lalu. Alhamdulillah dari delapan ekor ikan yang kami bawa, lima ekor bawa pulang juara semua," tuturnya. Dsy3
Editor : Redaksi