Dari 154 Kelurahan di Surabaya, Tak Ada Zona Merah

surabayapagi.com
Peta Kota Surabaya

93,28 Persen Pasien Covid-19 di Surabaya Sudah Sembuh 

 

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus positif Covid-19 di Surabaya semakin naik. Tercatat hingga Senin, 21 Juni 2021, secara kumulatif sebanyak 24.737, bertambah 63 kasus atau naik 0,25 % dibanding sehari sebelumnya. Kelurahan Mojo, kecamatan Gubeng menjadi daerah dengan sumbangan kasus terbanyak, yakni 585. 

Sedangkan, untuk kesembuhan kasus Covid-19 di Surabaya, merujuk data lawancovid-19.surabaya.go.id, Senin (21/6/2021), secara komulatif sudah 23.133 orang yang sembuh. Bila dibanding sehari sebelumnya, ada kenaikan kesembuhan 37 kasus pasien yang berhasil pulih dari positif Covid-19. Atau mencapai 93,28 persen komulatif pasien sembuh dari total komulatif.

Untuk pasien Covid-19 positif yang meninggal dunia, hingga Senin (21/6/2021), sudah 1.384 kasus atau 5,58 persen. Untuk pasien yang masih dalam perawatan, berjumlah 283 pasien yang tersebar di beberapa Rumah Sakit.

Sementara, meski ada kenaikan di Surabaya, merujuk data lawancovid-19.surabaya.go.id, dari 154 Kelurahan di Surabaya, tidak ada yang masuk zona merah. Sedangkan 3 kelurahan masuk zona oranye, 97 kelurahan zona kuning dan 54 kelurahan zona hijau.

 

Tertinggi di Jatim

Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan

Namun angka kematian di Surabaya, merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Hal ini terdata dalam Satgas Covid-19 Jawa Timur.

Di Jawa Timur, kasus kematian di Surabaya tertinggi, disusul Kabupaten Blitar menjadi daerah terbanyak nomor dua, yang menyumbang kasus kematian yakni 709. Banyuwangi di peringkat 3, dengan sumbangan 697 kasus kematian. Kota Malang di peringkat 4 dengan 650 kasus kematian. Sidoarjo di peringkat 5 dengan 637 kasus kematian.

Dengan kondisi seperti ini, angka kematian di Jawa Timur ini menjadi yang tertinggi secara nasional. Bahkan, per Senin, ada penambahan 60 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Jadi secara komulatif di Jawa Timur, total angka kematian menjadi 12.187 kasus.

Tingginya kasus kematian COVID-19 di Jatim, menurut Ketua Satgas Kuratif Dr Joni Wahyuhadi, disebabkan oleh tingginya komorbid (penyakit bawaan) yang diderita oleh pasien.

Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog

"Jadi ada dua macam, penyebab kematian Covid-19. Contoh saja ya di RSU dr Soetomo, karena memang pasien datang dengan komorbid berat. Paling banyak gagal ginjal, angka kesembuhannya kecil sekali," ujar Joni, Senin (21/6/2021).

Selain komorbid, lanjut Joni, yakni banyak pasien yang datang ke RS dalam keadaan buruk. Sehingga menyebabkan kecilnya peluang untuk survive. "Karena datang ke UGD kondisi berat, gak nutut, saturasi oksigen sudah jelek, kekurangan oksigen, gagal organ, multiple akhirnya. Laporan setiap hari, banyak sekali pasien meninggal karena terlambat datang ke RS," terang Joni. ana/byb/cr2/rmc

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru